Bisnis
Rupiah Menguat Seiring dengan Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi
BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menguat pada Senin (5/2/2024) seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi.
Gubernur The Fed, Jerome Powell tidak mengungkapkan soal kenaikan suku bunga acuan, tetapi lebih ke arah waktu pemangkasan suku bunga.
“Pelaku pasar menangkap bahwa pada akhirnya tahun ini suku bunga acuan AS akan turun sehingga pelaku pasar melakukan antisipasi yang membuat dolar AS melemah,” ujar Ariston kepada Bisnis, dikutip Minggu, (4/2/2024).
Pelemahan dolar AS akibat keputusan The Fed yang menahan suku bunga dan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp15.550
Sementara pada perdagangan akhir pekan, Jumat (2/2/2024), rupiah ditutup menguat 0,66% ke Rp15.660 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,03% ke 103,01.
Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, ekspektasi terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
Pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada Kamis (31/1/2024) waktu AS, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25%-5,5%. (BR/Arum)