Connect with us

Perhotelan

Kabar Gembira! Pemerintah Akan Menghapus Buku Utang UMKM di Bali yang Terdampak Covid-19  

Sektor pariwisata di Bali anjlok, Foto Ilustrasi

Sektor pariwisata di Pulau Bali saat ini menghadapi cobaan yang cukup berat seiring anjloknya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara akibat pandemi Covid-19. 

BISNISREVIEW.COM – Imbas pandemi, kunjungan wisatawan di pulau Bali merosot sangat dalam hingga 95%. Destinasi wisata menjadi sepi, hunian hotel merosot tajam dan aktivitas ekonomi menjadi lesu.

Untuk nenghidupkan kembali pulau dewata tersebut, pemerintah berencana memberikan relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM di Bali, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata dan terdampak pandemi Covid-19.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, salah satu relaksasi yang akan diberikan, yakni penghapusan nama dari daftar kreditur macet di Bank Indonesia.

“Jadi mungkin hapus buku utang mereka. Kita lagi timbang. Tentu karena Covid, bukan dia lagi masalah. Kita sedang rapat, Pak Tiko akan rapatkan dengan perbankan, untuk bisa dijalankan. Jadi paralel akan kita lakukan bersama-sama,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Sementara itu Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, insentif lainnya yang mungkin diberikan pemerintah bagi masyarakat bali, khususnya pengusaha yang terdampak pandemi Covid-19, yakni pemberian kredit modal kerja yang dijamin oleh pemerintah pusat.

“Pertama pemberian kredit modal kerja baru yang diberikan jaminan dari pemerintah pusat, itu untuk UMKM, itu bisa segera berjalan. Saya rasa minggu-minggu ini sedang kita finalisasi,” kata dia.

Selanjutnya, kata pria yang akrab disapa Tiko itu menjelaskan, pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian keringanan dari utang masa lalu bagi para pelaku usaha mikro, khususnya yang bergerak di bidang pariwisata.

“Kalau dulu pengusaha ataupun pelaku usaha mikro yang pernah (kredit) macet dicatat sebagai debitur yang pernah macet, itu mau kita usahakan untuk dihapuskan. Jadi kita harapkan bisa kita ajukan,” ucap dia. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Perhotelan