Bisnis
Pertemuan The Fed dan Penerapan PPKM Level 4 Covid-19 Picu Rupiah Melemah
BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah kembali dibuka pada teritori negatif pada awal perdagangan Rabu (28/7/2021).
Pelaku pasar memantau pertemuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang berakhir pada hari Rabu. Pelaku pasar memprediksi tidak ada perubahan kebijakan pada pertemuan ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah di level 14.495. Adapun sebelumnya rupiah mengakhiri perdagangan dengan terdepresiasi 0,07 persen menjadi di posisi 14.492,50.
Sementara itu mayoritas mata uang Asia lainnya terpantau menghijau seperti yuan China dan peso Filipina yang naik 0,07 persen, ringgit Malaysia yang naik 0,06 persen, dan baht Thailand yang naik 0,05 persen.
Mata uang Garuda hanya ditemani rupee India yang terdepresiasi 0,06 persen dan won Korea Selatan yang turun 0,35 persen.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya menjelaskan, salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah meningkatnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia.
Hal ini menyebabkan pemerintah memperpanjang kebijakan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang. “Kebijakan ini juga berpotensi diperlakukan selama minimal 12 bulan atau 3 bulan, sampai seluruh masyarakat telah divaksin sehingga sudah dapat berdampingan dengan covid-19. Dari situ, pemerintah baru merubah PPKM dari level 4 ke level 3 dan seterusnya,” jelasnya.
Untuk menopang PPKM Level 4 maka pemerintah menambah anggaran PEN terhadap sektor kesehatan dan kembali melakukan intervensi melalui Bansos, BLT, tunjangan untuk karyawan yang bergaji dibawah UMP serta tunjangan lainnya. (BR/Arum)