Bisnis
Karena Sentimen Positif dari Beberapa Saham, IHSG Parkir di Zona Hijau, Investor Cermati Saham Berikut
BISNISREVIEW.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (8/10/2021) berpotensi menguat. Saat IHSG diprediksi berada di zona hijau, investor bisa melakukan trading dengan mencermati rekomendasi saham berikut.
Direktur Eksekutif Moluccas Economyc Refrom Institute (MOERI), Tamat.R.Talaohu mengatakan, IHSG menguat hari ini menguat karena mendapat sentimen positif dari beberapa saham pada perdagangan hari ini.
“Sentimen positif dari bursa saham Asia-Pasifik melonjak pada perdagangan Jumat (8/10). Indeks Nikkei 225 Jepang melambung 1,68% pada awal perdagangan dan Topix melonjak 1,6%. Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,46% dan S&P/ASX 200 di Australia naik 0,37%,” jelas Tamat R. Talaohu kepada Bisnisreview.Com, Jumat (8/10/2021).
Selain itu, kata Tamat, pada penutupan perdagangan Kamis (7/10/2021), Wall Street juga berakhir meriah. Dow Jones Industrial Average naik 337,95 poin atau sekitar 1%, menjadi 34.754,94.
Indeks acuan S&P 500 menguat 0,8% menjadi 4.399,76 dan Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi melonjak hampir 1,1% menjadi 14.654,02.
Menurut Tamat, rentang konsolidasi dalam pola gerak IHSG kembali berhasil digeser ke arah yang lebih baik, pasca rilis data perekonomian cadangan devisa yang menunjukkan hasil yang baik.
“Yang saya lihat adalah capital inflow yang melaju ke dalam pasar modal Indonesia sehingga menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG,” paparnya
Ia memprediksi IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dalam rentang 6.336 – 6.472. Rekomendasi saham pilihannya adalah UNVR, HMSP, SMGR, BMRI, INDF, JSMR, ASRI.
Lebih lanjut, Ekonom asal Maluku ini mengungkapkan bahwa pergerakan indeks ditopang sektor konsumer yang mulai recovery setelah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) lebih dilonggarkan. Adapun pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi melemah.
“Sekarang aktivitas masyarakat sudah berjalan baik, para pengusaha juga mulai menggerakkan hasil usahanya sehingga mendorong perekonomian nasional kita,” tandasnya.
Dia juga menjelaskan secara teknikal indikator stochastic yang bergerak di area overbought mengindikasikan rentang penguatan mulai terbatas dan ada potensi koreksi jangka pendek.
“Harga komoditas mengalami koreksi juga akan menekan pergerakan harga saham di sektor energi. Investor akan cenderung wait and see mencermati rilis data ekonomi jelang akhir pekan,” tutupnya. (BR/Arum)