Connect with us

Bisnis

Data Pekerjaan AS Menyusut, Harga Minyak Turun 2%

BISNISREVIEW.COM – Harga minyak turun sekitar 2 persen pada akhir perdagangan Jumat (2/2/2024). Begitu juga dapat membukukan kerugian mingguan setelah data pekerjaan AS menyusutkan kemungkinan penurunan suku bunga di AS, negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Hal tersebut dapat mengurangi permintaan minyak mentah. Ditambah lagi, melemahnya pertumbuhan ekonomi China dan kemungkinan meredanya ketegangan di Timur Tengah juga menurunkan harga.

Tingkat suku bunga yang tinggi, yang cenderung menghambat pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak, di negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan zona euro tampaknya akan bertahan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Dipicu Kekhawatiran Terkait Berkurangnya Permintaan AS dan China, Harga Minyak Turun

Mengutip data Bloomberg, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup pada US$77,33 per barel, turun 1,37 poin, atau 1,74 persen. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap pada US$72,28 per barel, turun 1,54 poin, atau 2,09 persen. Kedua tolok ukur tersebut kehilangan sekitar 7 persen pada pekan ini.

Data pada Jumat menunjukkan pengusaha AS menambah lebih banyak lapangan pekerjaan pada bulan Januari dibandingkan perkiraan, sehingga mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve dalam jangka pendek. Akibatnya, dolar AS melonjak terhadap semua mata uang utama. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis