Bisnis
Di Tengah Sentimen Negatif Prospek Ekonomi 2023, IHSG Turun di Awal Perdagangan Bursa Efek Indonesia
BISNISREVIEW.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun setelah pembukaan perdagangan hari ini. Kamis (5/1/2023) pukul 9.02 WIB, IHSG turun 0,55% ke 6,777 di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara Reliance Sekuritas memprediksi IHSG melemah pada perdagangan Kamis (5/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.735 – 6.825. Intip deretan saham potensi naik hari ini. Salah satunya TOWR.
Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG diperkirakan akan berpotensi diperdagangkan melemah meskipun bursa regional diperdagangkan di zona hijau. Di tengah sentimen negatif untuk prospek ekonomi di tahun 2023. Sentimen negatif datang dari sektor batu bara, di mana Tiongkok memper,timbangkan akan kembali melonggarkan larangan impor batu bara dari Australia yang dapat mengurangi porsi ekspor batu bara dari Indonesia.
“Secara teknikal, IHSG telah breakdown support di 6.818. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu TOWR, JPFA, ELSA, JSMR, INCO, INDF, DMMX, SMGR,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Kamis (5/1/2023).
Sektor energi tumbang 1,34% dan memimpin pelemahan indeks sektoral. Sektor infrastruktur memimpin dengan penurunan 0,52%. Sektor transportasi dan logistik turun 0,45%. Sektor barang baku tergerus 0,39%. Sektor properti dan real estat melemah 0,35%. sektor keuangan terkoreksi 0,18%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,13%. Sektor perindustrian terkoreksi 0,02%.
Sementara sektor kesehatan naik 0,45%. Sektor teknologi menguat 0,12%. sektor barang konsumsi primer mengaut tipis 0,01%.
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT Indika Energy Tbk (INDY) -3,88%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -3,72%
PT Harum Energy Tbk (HRUM) -3,69%. (BR/Arum)