Bisnis
Didukung Prospek Ekspor Rusia yang Lebih Renda dan Penguatan Dolar AS, Harga Minyak Mentah Naik
BISNISREVIEW.COM – Harga minyak berpotensi naik lebih tinggi pada awal pekan depan tergantung dari hasil pergerakan greenback dolar AS.
Penguatan harga minyak mentah juga didukung oleh prospek ekspor Rusia yang lebih rendah tetapi ditekan oleh meningkatnya persediaan di Amerika Serikat dan kekhawatiran atas aktivitas ekonomi global.
Menanggapi itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar AS yang menguat membuat harga komoditas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Dalam penutupan pasar AS, harga minyak dunia di level US$76,40 per barel, sedangkan untuk perdagangan Senin [27/2/2023], minyak dunia akan diperdagangkan menguat di rentang US474,23 per barel – US477,77 per barel.
Pada hari peringatan invasi Rusia ke Ukraina, patokan minyak mentah Brent sekitar 15 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tetapi pasar tampaknya dipasok dengan persediaan AS pada level tertinggi sejak Mei 2021, menurut data dari Administrasi Informasi Energi AS.
Terdapat indikasi bahwa produk mentah dan olahan Rusia menumpuk di kapal tanker yang mengapung di laut juga mengisyaratkan peningkatan pasokan.(BR/Arum)