Bisnis
Diproyeksi dapat Berkah Ramadan, Sejumlah Industri Manufaktur Tingkatkan Permintaan
BISNISREVIEW.COM – Diproyeksi mendapat berkah Ramadan, sejumlah industri pengolahan atau manufaktur dinilai mampu meningkatkan permintaan dari bulan normal.
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) meramal peningkatan permintaan dapat mencapai 30% pada Ramadan 2024. Pesanan dari ritel untuk produk makanan dan minuman telah meningkat sebulan sebelumnya.
Ketua Umum Gapmmi, Adhi S. Lukman memastikan ketersediaan bahan baku untuk menunjang kebutuhan produksi telah terpenuhi. Aktivitas produksi pun dapat digenjot untuk satu bulan ke depan.
“Umumnya permintaan bisa 30% di bulan Ramadan ini, kami harapkan Ramadan kali ini bisa tumbuh lebih,” ujar Lukman kepada Bisnis, dikutip Senin (11/3/2024).
Baca Juga: Pertumbuhan Output Stabil, Aktivitas Manufaktur China Kembali Ekspansi pada Januari 2024
Terkait bahan baku itu, industri makanan dan minuman membutuhkan garam industri sekitar 500.000 ton dari impor 400.000 ton dari dalam negeri. Sedangkan, gula kristal rafinasi atau GKR setiap bulan secara nasional berkisar antara 250.000 – 280.000 ton.
Di sisi lain, Ramadan juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan produk air minum dalam kemasan (AMDK) lebih dari 10% dibandingkan dengan bulan normal.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan, periode Ramadan dan Lebaran menjadi booster untuk permintaan produk makanan dan minuman, termasuk AMDK.
“Permintaan bulan Ramadan dan Lebaran pada kondisi normal yang lalu bisa menambah permintaan 1 bulan sampai di atas 10% dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Rachmat.
Meskipun optimistis pertumbuhan akan terjadi, Rachmat mewanti-wanti kebijakan atau peraturan yang justru menghambat industri AMDK pada periode ini, salah satunya pembatasan angkutan AMDK seperti yang terjadi pada tahun lalu.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan faktor Ramadan dan Hari Raya Indulfitri mendatang telah mendukung naiknya optimisme para pelaku industri, terutama di subsektor industri makanan dan minuman, pakaian jadi, serta kendaraan bermotor.
“Sehingga kami memprediksi IKI pada Maret 2024 akan meningkat dibandingkan Februari 2024,” imbuhnya.(BR/Arum)