Connect with us

Politik

Elektabilitas Prabowo Turun, Sementara Tokoh Capres lain Cenderung Meningkat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Walaupun Prabowo Subianto elektabilitasnya masih paling tinggi, namun dominasinya kian melemah, keunggulan 8,2% pada Februari lalu menipis menjadi tinggal 1,8% pada Mei 2021,” ungkap dosen UIN Jakarta itu.

BISNISREVIEW.COM – Tampaknya perhelatan politik akbar pada Pemilu 2024 akan diwarnai calon presiden (Capres) baru dan bisa mengungguli capres yang pernah bertarung seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Parameter Politik Indonesia (PPI) dalam surveinya menemukan bahwa tren elektabilitas Prabowo mengalami penurunan, sementara tokoh capres lainnya cenderung meningkat.

“Secara umum ada (survei) bulan Februari dan Mei. Prabowo agak sedikit turun (19,9% jadi 18,3%). Kemudian Ganjar naik dari 13,9 persen menjadi 15,5 persen, AHY naik (3,8% jadi 7,5%), kemudian RK (Ridwan Kamil dari 4,1% jadi 6,7%) dan seterusnya,” papar Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam rilis survei yang bertajuk “Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir” secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Hal itu, tambah Adi, apa bila disimulasikan, maka tren kenaikan dari 15 nama, salah satu nama yang agak sedikit naik adalah Puan Maharani.

Di survei Februari 2021, 0,8% tapi, pada Mei 2021 Puan relatif naik menjadi 1,7 persen. “Ya hampir 2 persen. Mungkin tak terlepas dari huru-hara politik yang belakangan terjadi di internal PDIP,” terangnya.

Adi mengatakan, meskipun mengalami peningkatan elektabilitas, tapi di antara 3 besar elektabilitas capres yakni, Prabowo, Ganjar dan Anies, hanya Ganjar yang masih memiliki popularitas di bawah 70%. Ini menjadi evaluasi sekaligus peluang. Begitu juga catatan elektabilitas Prabowo yang gap elektabilitasnya dengan capres lain semakin rendah.

“Walaupun Prabowo Subianto elektabilitasnya masih paling tinggi, namun dominasinya kian melemah, keunggulan 8,2% pada Februari lalu menipis menjadi tinggal 1,8% pada Mei 2021,” ungkap dosen UIN Jakarta itu.

Adapun metode survei, sampel merupakan WNI yang berusia 17 tahun atau memiliki hak pilih, 1.200 responden diambil dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor HP yang dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada dari wawancara tatap muka pada rentang waktu September 2017-Desember 2020, dan disesuaikan dengan proporsi populasi serta gender.

Margin of error survei sebesar +- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 23-28 Mei 2021, dengan metode telepolling menggunakan kuesioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik