Connect with us

Bisnis

Harapan Pemulihan Ekonomi Indonesia Makin Menguat, Pemerintah Siapkan Kebijakan

Pemulihan ekonomi mulai menunjukan tanda penguatan.

Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada April-Juni 2021 untuk mengimbangi momentum saat musim Ramadan dan Lebaran.

BISNISREVIEW.COM – Harapan pemulihan ekonomi Indonesia makin menguat. Terlebih, memasuki periode Ramadan dan Lebaran yang bisa mendorong konsumsi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk mengungkit ekonomi kuartal II-2021.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, kedua stimulus itu diharapkan bisa mendongkrak ekonomi tahun ini, baik dari sisi suplai maupun permintaan yang akan dimulai April-Juni 2021.

“Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Maret sebesar 53,2, meningkat dibandingkan dengan Februari 2021 yang sebesar 50,9, maka prospek pemulihan ekonomi akan lebih baik. Apalagi menjelang Lebaran, konsumsi akan naik sesuai polanya,” kata Iskandar, Senin (5/4/2021).

Pertama, pemerintah telah memperluas diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil dengan kapasitas silinder 1.500 cc hingga 2.500 cc yang memenuhi syarat. Diskon pajak sebesar 50% dari tarif normal akan diberikan pada masa pajak April-Agustus 2021. Kemudian 25% dari tarif normal PPnBM pada masa pajak September-Desember 2021.

Selain itu, ada pula diskon PPnBM atas tambahan segmen kendaraan 4×4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc hingga 2.500 cc yang memenuhi syarat. Diskon sebesar 25% dari tarif normal akan diberikan pada masa pajak April-Agustus 2021.

Kemudian 12,5% dari tarif normal pada masa pajak September-Desember 2021. Diskon PPnBM ini diharapkan mendongkrak penjualan mobil, termasuk penjualan mobil menjelang Lebaran.

Kedua, stimulus kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebesar Rp 400 miliar mulai 20 April 2021. Tujuannya untuk meningkatkan permodalan debitur UMKM.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Amir Hidayat, menyatakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 diperkirakan bisa berada di kisaran 7% hingga 8% year on year (yoy) dari kuartal II-2020.

Maklum, pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut, turun cukup dalam sebesar minus 5,32% yoy.

Amir optimistis ekonomi Indonesia akan terus berakselerasi seiring dengan aktivitas masyarakat yang semakin menggeliat karena program vaksinasi virus korona yang tengah berjalan hingga saat ini.

Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada April-Juni 2021 untuk mengimbangi momentum saat musim Ramadan dan Lebaran. (BR/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis