Pertambangan
Harga Batu Bara Menguat Sebesar 9,02% Setelah kementerian Energi India Mengurangi Target Penambahan Kapasitas Termal
BISNISREVIEW.COM – Harga batu bara mencatatkan penguatan setelah kementerian energi India mengurangi target penambahan kapasitas termal. CPO di bursa Malaysia diperkirakan diperdagangkan lebih rendah.
Dalam sepekan, kontrak ini menguat sebesar 9,02%. Mengutip CoalMint, kementerian Energi India telah mengurangi target penambahan kapasitas termal untuk tahun fiskal 2024 menjadi 7,16 GW (gigawatt) dari sebelumnya 14,72 GW karena keterlambatan dalam banyak proyek.
Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Sabtu (2/3/2024), harga batu bara berjangka kontrak Maret 2024 di ICE Newcastle pada perdagangan Jumat (1/3) menguat 0,76% atau 1 poin ke level 132 per metrik ton, mencatatkan penguatan sebesar 5,39%, Kemudian, kontrak pengiriman untuk April 2024 yang memiliki volume terbanyak, menguat 2,84% atau 3,75 poin ke level 136 per metrik ton.
Baca Juga: Karena Tingginya Pemanfaatan Batu Bara di China,Harga Batu Bara Acuan Turun
Pasokan listrik India mengalami defisit sebesar 1,4% dar April-Januari tahun fiskal 2024, dengan perusahaan listrik hanya mampu memenuhi 239,93 GW dari total permintaan listrik sebesar 243,27 GW.
Adapun, defisit tersebut mencapai 4% pada tahun fiskal 2023 ketika puncak permintaan listrik mencapai 215,89 GW. Penyebab utama situasi ini dikarenakan keterlambatan dalam memperoleh beberapa peralatan tertentu, dan adanya masalah mengenai pembebasan lahan.
Pemerintah juga berencana untuk menambahkan 80 GW kapasitas pembangkit listrik termal di tengah meningkatnya permintaan listrik. Permintaan batu bara di sektor listrik diproyeksi naik menjadi 1,16 miliar ton pada 2030, naik dari 793 juta saat ini.
Pada tahun 2047, sektor ketenagalistrikan dan sektor lain yang tidak diatur akan membutuhkan 1,7 miliar ton batu bara untuk memenuhi permintaan puncak.(BR/Arum)