Gayahidup
Hati-Hati Terhadap Ejakulasi Dini, Harus Tahu Apa Penyebabnya
BISNISREVIEW.COM – Ejakulasi dini merupakan gejala prematur pada pria yang menyebabkan pria terlalu cepat mengeluarkan sperma (klimaks) saat berhubungan intim.
Selain saat berhubungan intim, ejakulasi dini juga diartikan pada ejakulasi yang terjadi sebelum penetrasi seksual. Semua pria juga pasti pernah mengalami ejakulasi dini.
Jika hal tersebut terjadi sesekali, seharusnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika 50 persen hubungan seksual yang dilakukan berakhir dengan ejakulasi dini, maka disarankan untuk menemui dokter.
Ejakulasi dini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya, kolesterol tinggi. Ejakulasi dini alias impotensi membuat laki-laki merasa tidak percaya diri saat melakukan hubungan seksual.
Sekedar info, ejakulasi dini merupakan kondisi penis yang tidak mampu atau tidak bisa mempertahankan ereksi yang cukup saat melakukan hubungan seksual. Mengutip dari Medical News Today, ada banyak faktor yang menyebabkan seorang laki-laki mengalami ejakulasi dini, salah satunya kondisi kesehatan tertentu seperti: Diabetes
Penyakit jantung
Tekanan darah tinggi
Penyakit Peyronie
Aterosklerosis
Penyakit pembuluh darah
Perlu Anda ketahui, kadar kolesterol jahat yang tinggi juga bisa memicu ejakulasi dini pada laki-laki.
Kadar kolesterol tinggi bila dibiarkan bisa membentuk plak di dalam arteri yang menyebabkan penumpukan ateroma, zat lemak yang mempersempit arteri dan membuat aliran darah terhambat.
Akumulasi zat ini disebut dengan aterosklerosis dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi parah termasuk peningkatan risiko ejakulasi dini.
Selain kondisi kesehatan tertentu, ada banyak faktor lainnya yang bisa memicu ejakulasi dini seperti: Kegemukan, Cedera pada penis atau area sekitarnya, Merokok, Konsumsi alkohol Penggunaan obat-obatan terlarang, Penyakit ginjal kronis, Pengobatan kanker, seperti terapi radiasi
Untuk mencegah ejakulasi dini, Anda sebaiknya mulai menjalankan gaya hidup sehat serta menjaga pola makan.
Prinsip dasar untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan menunda ejakulasi. Penundaan tersebut dapat menggunakan terapi perilaku, obat golongan antidepresan, atau dengan menggunakan krim atau gel topikal yang bersifat anestesi (menghilangkan sensasi raba) pada kulit di kelamin. (BR/Arum)