Connect with us

Hukum

Mantan Dirut Pertamina Didakwa Merugikan Negara Sebesar US$113,83 Juta

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Kardinah atau Karen Agustiawan

BISNISREVIEW.COM – Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Galaila Karen Kardinah atau Karen Agustiawan didakwa merugikan negara sebesar US$113,83 juta, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG).

Dakwaan itu dibacakan di persidangan hari ini, Senin (12/2/2024), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Dalam surat dakwaan terhadap Karen, dia didakwa memperkaya diri sendiri dan perusahaan yang bekerja sama dengan Pertamina, yakni Corpus Christi Liquefaction, LLC (CCL), sehingga merugikan keuangan negara.

Baca Juga: KPK Periksa Sekjend Kemenkes Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APD 2020-2022

“Yang mengakibatkan kerugian keuangan negara cq PT Pertamina (Persero) sebesar US$113.839.186,60,” demikian bunyi surat dakwaan yang ditulis Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK hari ini.

Dakwaan tersebut juga mengungkap ‘manuver’ sendiri Karen untuk meminta jabatan di salah satu perusahaan pemegang saham induk CCL.

Karen didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp1,09 miliar dan US$104.016 (setara Rp1,62 miliar berdasarkan kurs rupiah per dolar AS 12 Februari 2024).

Sebelumnya, Karen telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Karen juga didakwa memperkaya korporasi yakni Corpus Christie Liquefaction, LLC, sebesar US$113,83 juta atau setara dengan Rp1,779 triliun (sesuai dengan kurs rupiah per dolar AS hari ini).

Adapun nilai kerugian keuangan negara yang disebut dalam surat dakwaan merupakan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Pengadaan LNG Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL) pada PT Pertamina (Persero) dan instansi terkait lainnya nomor: 74/LHP/XXI/12/2023 tanggal 29 Desember 2023.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Energi, Bos Pertamina Sebut Tiga Peran Penting Membentuk Lanskap Energi

Untuk diketahui, CCL merupakan perusahaan yang menandatangani kerja sama pengadaan LNG dengan Pertamina di bawah kepemimpinan Karen saat itu. Perusahaan yang berbasis di engara bagian Texas di AS itu merupakan anak usaha dari Cheniere Energy, Inc.

Dalam surat dakwaan, JPU menyatakan bahwa persetujuan pengembangan bisnis gas Pertamina pada beberapa kilang LNG potensial di Amerika Serikat (AS) itu dilakukan tanpa pedoman pengadaan yang jelas dan hanya memberikan izin prinsip tanpa dasar justifikasi, analisis, maupun tanggapan tertulis pada Dewan Komisaris perseroan.

Karen juga disebut menandatangani perjanjian jual beli LNG dengan CCL tanpa persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).(BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum