Pertambangan
Menelisik Prospek Energi 2024, KKKS Diminta Segera Bentuk Konsorsium untuk Eksplorasi Blok Warim
BISNISREVIEW.COM, Jakarta — Pemerintah saat ini tengah melelang WK Warim yang dinamakan sebagai WK Akimegah I dan Akimegah II. Pemerintah memotong lahan yang bersinggungan dengan Taman Nasional Lorentz, agar wilayah kerja Warim agar bisa cepat dieksplorasi.
Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam acara Diskusi bertajuk “Menelisik Prospek Energi 2024 Gurih atau Hambar?” di Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Tutuka mengungkapkan agar supaya wilayah kerja Warim bisa cepat dieksplorasi, pemerintah memotong lahan yang bersinggungan dengan Taman Nasional Lorentz.
“Jadi disini akan ada pengurangan potensi sumber dayanya, kami potong cuma 10% kok, tetapi masih cukup besar dan akan dilelang di luar taman nasional,” ungkap Tutuka.
Tutuka menjelaskan, apabila Kementerian ESDM tetap kekeuh menggarap lahan yang bersinggungan dengan taman nasional, urusannya akan panjang di mana selain harus ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah juga harus berurusan dengan UNESCO,” jelas Tutuka.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi saau ini bukan lagi soal lahan yang bersinggungan dengan taman nasional, melainkan sulitnya membangun infrastruktur di sana,” tuturnya.
Kondisi WK Akimegah I dan Akimegah II berada di tengah hutan dan dapat dipastikan logistiknya akan mahal. Tutuka pun mengakui bahwa pengembangan lapangan di sana tingkat risikonya sangat tinggi.
Meski demikian, Tutuka mengemukakan, pemerintah mulai menawarkan Warim melalui lelang dan sudah ada pihak yang tertarik.
Pihaknya belum dapat membeberkan siapa saja dan berapa banyak yang tertarik karena ingin KKKS tersebut mencari partner lain untuk bersama-sama mengelolanya.
“Walau sudah ada berminat, ini kan masih tahap awal, waktunya masih panjang. Kami harapkan lebih baik dikelola dengan konsorsium saja, supaya konsisten untuk mengurangi risiko,” pungkasnya.(BR/Arn)