Bisnis
Menunggu Rilis Data AS, Rupiah Melemah 0,05 Persen di Level Rp 14.909 Bersama Ringgit Malaysia
BISNISREVIE.COM – Seiring pasar menunggu rilis dara inflasi Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah spot melemah tipis pada perdagangan Selasa (11/4/2023) pagi. Pukul 09.13 WIB, rupiah spot ada di level Rp 14.909 per dolar AS, melemah 0,05% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.902 per dolar AS.
Di Asia, rupiah melemah bersama ringgit Malaysia yang melemah 0,17% dan dolar Taiwan yang melemah 0,08% terhadap dolar AS.
Sementara itu, mayoriats mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat kenaikan tertinggi yakni 0,17%, disusul won Korea yang naik 0,16%, dolar Singapura naik 0,10%, baht Thailand naik 0,10%, pesso Filipina naik 0,07%, dolar Hong Kong naik 0,005% dan yuan China naik 0,003% terhadap dolar AS.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 102,40, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 102,57.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto memandang sentimen dari global masih akan mendominasi pergerakan rupiah hari ini.
Data inflasi AS akan diumumkan besok. Pasar memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen AS pada Maret akan turun signifikan dari 6 persen menjadi 5,2 persen.
Data inflasi tersebut akan menjadi pertimbangan arah kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed terkait suku bunga acuannya.
The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi ke 5,25 persen pada Mei, lalu setelah itu flat sampai akhir tahun.
Sementara dari dalam negeri, rilis data cadangan devisa Indonesia memberi kepercayaan kepada investor bahwa Bank Indonesia (BI) memiliki cukup valas untuk melakukan stabilisasi ke depan.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2023 mencapai 145,2 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Februari 2023 sebesar 140,3 miliar dolar AS. (BR/Arum)