Connect with us

Bisnis

Pasar Tenaga Kerja AS yang Kuat Membuat The Fed Menaikan Suku Bunga Lebih Tinggi, “Begini Nasib Rupiah”

Rupiah menguat tipis pada perdagangan hari ini.

BISNISREVIEW.COM – Rupiah menguat tipis 0,06% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 15.420/US$ Kamis kemarin. Ada peluang penguatan tersebut berlanjut pada perdagangan Jumat (10/3/2023), meski kemungkinan tidak akan besar. Sebabnya, ada rilis data tenaga kerja AS malam ini.

Data tenaga kerja merupakan salah satu acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan kebijakan moneter. Pasar tenaga kerja yang saat ini masih kuat membuat Ketua The Fed, Jerome Powell menyatakan suku bunga bisa naik lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yang memicu gonjang-ganjing di pasar finansial pekan ini.

Powell menegaskan kembali pesannya tentang kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan berpotensi lebih cepat, tetapi menekankan bahwa perdebatan masih berlangsung, dengan keputusan bergantung pada data yang akan dikeluarkan sebelum pertemuan kebijakan bank sentral AS dalam dua minggu.

Dolar melonjak terpantau pada Selasa setelah Powell mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data ekonomu yang kuat dan siap untuk bergerak dalam langkah yang lebih besar jika “totalitas” informasi yang masuk menyarankan tindakan yang lebih keras untuk mengendalikan inflasi.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan cenderung berfluktuasi pada awal perdagangan, tetapi berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp15.410–Rp15.500 per dolar AS.

“Ini mendorong para pedagang untuk mengubah harga ekspektasi suku bunga mereka. Pasar sekarang melihat kemungkinan 70 persen dari kenaikan 50 basis poin pada pertemuan Fed 21–22 Maret, naik dari sekitar 22 persen sebelum Powell berbicara pada hari Selasa. Angka tersebut sekarang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 5,69 persen pada bulan September,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Dia mengatakan investor akan mengarahkan fokus pada data pekerjaan Februari yang akan dirilis pada Jumat pekan ini untuk memberi konfirmasi bahwa pertumbuhan pekerjaan yang kuat terus mendukung kenaikan suku bunga yang lebih besar.
Secara teknikal, rupiah semakin jauh di atas Rp 15.090/US$, yang akan menjadi kunci pergerakan.

Level tersebut merupakan Fibonacci Retracement 50%, yang ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$.

Rupiah yang disimbolkan USD/IDR juga bergerak di atas rerata pergerakan 200 hari (moving average 200/MA 200) dan MA 100 yang memberikan tekanan lebih besar. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis