Bisnis
Pengamat Ekonomi : Karena Dipengaruhi Beberapa Sentimen Global, IHSG Melemah 0,71 Persen ke Level 6.707,763
BISNISREVIEW.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,71% atau 48,175 poin ke level 6.707,763 pada penutupan Jumat (12/5/2023).
Menurut Pengamat Ekonomi Nasional, Hardi Fardiansyah, Pelemahan IHSG tersebut dipengaruhi oleh beberapa sentimen global, salah satunya adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang cenderung melandai.
“Sementara itu, data inflasi Tiongkok juga menjadi perhatian karena cenderung turun secara tahunan, juga adanya koreksi dari harga batubara global yang berpengaruh negatif terhadap emiten batubara di IHSG,” jelas Hardi.
IHSG, tambah Hardi, juga terpapar sentimen dari debt ceiling AS yang belum menemui keputusan dan dikhawatirkan akan menimbulkan potensi gagal bayar dan krisis likuiditas di AS. Ia memprediksi sentimen tersebut nampaknya masih berpengaruh terhadap IHSG ke depannya.
Lebih lanjut, Pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan dan pengacara bisnis itu memperkirakan, pergerakan IHSG masih cenderung rawan koreksi untuk menguji rentang 6.673 – 6.696 sekaligus menutup gap yang ada, dengan support pada level 6.628 dan resistance pada level 6.738.
Di sisi lain, Hardi menilai, pekan pendek yang akan dilalui oleh IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Gelombang tekanan dalam pola gerak IHSG terlihat belum berakhir.
“Sentimen dari fluktuasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta harga komoditas masih akan turut mewarnai pergerakan IHSG,” jelasnya.
Namun, masih cukup besarnya potensi koreksi wajar tetap harus diwaspadai oleh para investor. Peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.
“Saya memprediksi IHSG hari ini bergerak di rentang 6.687-6.798. Rekomendasi saham pilihannya adalah CTRA, BBRI, SMGR, BBCA, JSMR, ASII, LSIP. Dalam riset berbeda, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih,” tandasnya.
(BR/Arum)