Connect with us

Bisnis

Pengamat : Realisasi Investasi di Indonesia Masih Tumbuh di Tengah Pandemi yang Belum Berakhir

Pengamat Ekonomi Nasional, Hardi Fardiansyah

BISNISREVIEW.COM – Meski Indonesia dan dunia dilanda pandemi yang berefek pada ekonomi. Namun, Pengamat Ekonomi Nasional, Hardi Fardiansyah merasa yakin bahwa realisasi investasi ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi serta potensi investasi di Indonesia masih tumbuh di tengah pandemi yang belum berakhir.

Dengan demikian, kata Hardi, dapat menopang pemulihan ekonomi di tanah air, investasi tetap mengalir ke Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini.

“Jika dirinci berdasarkan asalnya, investasi langsung berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Total pertumbuhan investasi langsung turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebanyak lebih dari 620.000 orang,” kata Hardi dalam tulisannya diterima Bisnisreview.Com, Senin (30/8/2021).

Investasi langsung tersebut, menurut Hardi adalah sebagaimana disampaikan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat realisasi investasi langsung (direct investment) selama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 442,8 triliun atau telah mencapai 49,2% dari target investasi 2021 sebesar Rp 900 triliun. Nilai investasi itu naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Saya melihat bahwa ternyata optimisme investasi selama pandemi cenderung meningkat dan hal tersebutlah yang mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional kita,” pungkas Hardi.

Lebih lanjut, pria yang juga berprofesi sebagai motivator itu menjelaskan, jika dilihat dari realisasinya, realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa cukup seimbang. Begitu pula balance pada PMDN dan PMA juga makin seimbang.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa untuk mengoptimalkan penyerapan investasi, dapat digunakan strategi Bertahan dan Menyerang. Artinya, sembari mencari investor baru, kita tetap mengopeni, membantu dan memfasilitasi yang sudah ada,” ujarnya.

Lebih jauh lagi Hardi mengatakan, pemulihan sektor kesehatan akan berimbas pada pemulihan ekonomi. Meskipun kondisi tidak mudah dalam pembatasan mobilitas, ia berharap para pengelola usaha tetap adaptif dan lincah.

“Sebaiknya pelaku usaha bisa memanfaatkan momentum ini untuk bertransformasi dan berinovasi di antaranya, dengan mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk meningkatkan penjualan produk,” saran Hardi.

Tingkat kepercayaan pelaku bisnis, tambah Hardi, yang terjaga, atau impor bahan baku industri yang berada di level optimis dan menandakan bahwa industri dalam negeri terus bergerak meski di tengah pandemi, maka dirinya yakin bahwa investasi bisa lebih tumbuh dan berkembang.

“Semoga pertumbuhan investasi di Indonesia terus terjadi terutama di sektor industri manufaktur yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia,” tutupnya. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis