Bisnis
Rupiah Dibuka Menguat 0,13 Persen ke Posisi Rp15.562
BISNISREVIEW.COM – Niilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (16/2/2023) sementara itu, indeks dolar terpantau melemah 0,21 persen ke posisi 103.562.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 0,13 persen atau 20 poin ke posisi Rp15.186.
Kurs rupiah pada Rabu dibuka turun empat poin atau 0,03% ke posisi Rp 15.171 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.167 per dolar AS.
“Pelaku pasar akan menantikan rilis data perdagangan yang diperkirakan masih akan mengalami surplus sebesar US$ 3,4 miliar,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, Rabu kemarin.
Reny mengatakan pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (16/2), dengan ekspektasi suku bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) akan tetap dipertahankan di level 5,75%.
Sementara itu sentimen eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah datang dari rilis laporan inflasi AS yang lebih tinggi dari konsensus.
Sementara itu, mata uang Asia Pasifik terpatau dibuka bervariasi. Yen Jepang bergerak menguat sebesar 0,23 persen, Dolar Hong Kong melemah 0,01 persen, Dolar Singapura menguat 0,10 persen dan Dolar Taiwan menguat 0,09 persen.
Won Korea menguat sebesar 0,09 persen, Peso Philiphina melemah 0,06 persen, Rupee India melemah 0,05 persen, Yuan China menguat 0,10 persen, Ringgit Malaysia melemah 0,35 persen dan Bath Thailand menguat 0,22 persen.
Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.190 – Rp15.240 per dolar AS.
Ibrahim menilai dolar AS hari ini mendapat dukungan di Asia setelah inflasi AS yang sangat tinggi, menunjukkan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari yang diharapkan investor. (BR/Arum)