Connect with us

Gayahidup

Sebanyak 46 Persen Orang Indonesia Kekurangan Asupan Protein Harian

BISNISREVIEW.COM – Orang Indonesia kurang mememuhi asupan protein harian. Berdasarkan penelitian, menunjukan bahwa sebanyak 46 persen orang Indonesia kekurangan asupan protein harian.

Menurut Head of Marketing Herbalife Indonesia, Elfrida Viesta Napitupulu, penyebab mayoritas orang Indonesia tidak memenuhi asupan protein harian dilandasi oleh ketidaktauan jumlah kebutuhan protein harian.

“Selain itu budaya di Indonesia kalau makan itu nasinya lebih banyak daripada lauknya. Kebiasaan ini yang membentuk pola makan orang Indonesia kebanyakan,” ungkap dia dalam kegiatan buka bersama media di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2024).

“Kami berkomitmen ingin mengajak masyarakat luas untuk mencukupi kebutuhan protein harian, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang, serta mengontrol kalori harian,” sambungnya.

Baca Juga: Mayoritas Harga Pangan Naik, Harga Beras Premium Rp16.750 per Kilogram

Nutritionist Herbalife Indonesia Aria Novitasari menambahkan, protein memiliki peran sebagai zat pembangun dan hal ini tidak bisa digantikan dengan nutrisi laninya.

“Protein membantu memberi rasa kenyang, membangun dan menjaga massa otot, serta mengganti dan membangun sel tubuh,” ujar Aria.

Padahal ujar Aira, dari rambut sampai ujung kaki memerlukan protein. Protein diserap oleh sel otak, sel organ lain, sel kulit maupun sel otot.

“Coba lihat orang-orang yang before and after mengubah gaya hidup. Yang merubah bukan hanya tampilan fisik saja tapi tampilan kulit mereka juga lebih glowing terlepas pakai skincare atau tidak, tapi itu mempengaruhi,” tutur Aria.

Padahal, protein memiliki banyak manfaat baik seperti memberikan rasa kenyang, membantu dan menjaga massa otot, serta mengganti dan membangun sel tubuh hingga berperan penting dalam program pengelolaan berat badan (weight management program). (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Gayahidup