Nasional
Selamat Hari Anak Nasional 2021, Orang Tua Harus Tahu Hal Ini Agar Anak-Anak Terselamatkan dari Covid-19
BISNISREVIEW.COM – HARI Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Namun dua tahun belakangan ini anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak akibat merebaknya wabah covid-19 yang melanda dunia.
Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes dr Erna Mulati MSc CMFM menjelaskan bahwa selama masa pandemi covid-19 terjadi peningkatan penularan yang cukup besar pada anak-anak, terutama dua hingga tiga minggu terakhir. Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan.
“Dalam data yang diperoleh awal Juni sampai 11 Juli ada sekira 50 ribu lebih anak Indonesia terpapar covid-19 dari usia 0 sampai 18 tahun,” terang dr Erna dalam sesi jumpa pers virtual ‘Temu Media Hari Anak Nasional 2021, Jumat (23/7/2021).
Menurut dia, jumlah tersebut jauh lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya. Kondisi ini juga memberi dampak yang cukup signifikan terhadap potensi masalah yang mungkin timbul bukan hanya bagi keluarga, melainkan masyarakat dan pemerintah.
“Sejak awal pandemi covid-19, kita sangat-sangat menekankan betul, bagaimana keluarga sebagai orang terdekat dari anak tersebut agar memiliki peran yang aktif dan juga literasi yang cukup baik dalam menjaga anak-anak mereka,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, pandemi covid-19 telah membuat anak-anak kehilangan kebebasan untuk bermain dan belajar. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan karakter dan mental sang anak.
Dalam kesempatan tersebut, dr Erna membagikan lima hal yang wajib dilakukan orangtua untuk menjaga kesehatan anak di masa pandemi covid-19, yakni:
1. Pemerintah berupaya agar setiap keluarga orangtua atau orang-orang yang dekat dengan anak kecil tersebut memberikan informasi yang mudah dimengerti dan benar terkait bagaimana melakukan pencegahan agar anak tidak terkena covid-19. Di samping pemberian vaksinasi yang sudah dimulai sejak sebulan lalu untuk anak-anak usia 12 hingga 17 tahun.
2. Mengingatkan dalam hal edukasi agar anak-anak selalu menggunakan masker semaksimal mungkin di mana pun berada. Terutama bagaimana cara memakai masker yang baik dan benar berikut dengan cara melepaskannya. Ini lebih tepat dijelaskan untuk anak usia di atas 2 tahun.
3. Ada kebiasaan anak yang harus ditinggalkan seperti mengusap muka dan juga kebiasaan baru yang harus ditekankan terkait mencuci tangan menggunakan sabun dalam kondisi tertentu bisa menggunakan hand sanitizer. Selain itu, menjaga jarak satu dengan lainnya juga wajib dilakukan ketika anak berada di luar anggota keluarga tersebut dan juga di lingkungan terdekatnya.
4. Jika anak memiliki faktor risiko tertular, maka harus menghubungi puskesmas setempat, terlebih lagi jika mereka bergejala. Bahaya yang timbul pada anak ada dua. Pertama, tanpa gejala sama sekali, sehingga anak menjadi sumber penularan bagi orang lain tanpa diketahui. Kedua, anak yang memiliki komorbid, seperti gizi buruk atau penyakit kronis, maka anak akan langsung memburuk kondisinya dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan kematian pada anak yang bersangkutan.
5. Bagaimana mengajarkan anak-anak yang sudah mengerti melakukan berbagai kegiatan untuk hidup sehat baik dalam hal makanan yang dipengaruhi oleh keluarga untuk ketersediannya, terkait dengan berjemur, PHBS, dan selalu berpikir positif dan menjaga diri untuk selalu di rumah. (BR/Arum)