Connect with us

Bisnis

Sentimen Negatif Wall Street, IHSG Terkoreksi, Analis Rekomendasi Saham-Saham yang Patut Dicermati

IHSG terkoreksi (foto ilustrasi)

BISNISREVIEW.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis (6/4/2023) diprediksi rawan terkoreksi. Saat IHSG turun, analis rekomendasi sejumlah saham yang patut dicermati untuk trading hari ini.

Prediksi IHSG hari ini akan melemah melanjutkan tren negatif pada perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (5/4/2023), IHSG melemah 0,20% atau 13,50 poin ke 6.819,67.

Prediksi IHSG hari ini akan terkoreksi karena sejumlah sentimen negatif. Salah satu sentimen negatif adalah kabar tak baik dari bursa Amerika Serikat (AS) yang baru saja menutup perdagangan pagi ini waktu Indonesia.

Wall Street ditutup bervariasi dengan dua dari tiga indeks utama melemah. Di mana, indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir melemah tajam setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lemah memperdalam kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve yang cepat dapat menyebabkan ekonomi AS masuk ke dalam resesi.

Rabu (5/4/2023), indeks S&P 500 ditutup turun 0,25% untuk mengakhiri sesi ke level 4.090,38, indeks Nasdaq melemah 1,07% ke 11.996,86 dan Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,24% ke 33.482,72.

Dari 11 indeks sektoral pada S&P 500, ada tujuh sektor yang melemah dipimpin oleh konsumen discretionary yang turun 2,04%. Diikuti, sektor industri yang melemah 1,3%.

Nvidia Corp NVDA.O turun 2,1% dan merupakan salah satu saham yang paling membebani S&P 500 setelah unit Google, Alphabet Inc yang mengatakan superkomputer yang digunakannya untuk melatih model kecerdasan buatannya lebih cepat dan lebih hemat daya daripada komponen serupa yang dibuat oleh pembuat chip.

Tesla Inc turun 3,7%, sementara Amazon dan Apple melemah lebih dari 1% dan menarik turun Nasdaq dan membalikkan kenaikan di beberapa perusahaan paling berharga di Wall Street dalam beberapa pekan terakhir.

Equity Of Research Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang prediksi IHSG akan kembali konsolidasi dalam rentang 6.820-6.850 dengan kecenderungan melemah pada Kamis (6/4/2023).

Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi dari eksternal antara lain, rilis neraca perdagangan AS yang diperkirakan defisit US$ 69 miliar di Februari 2023. Sedangkan, Indeks Manufaktur AS diperkirakan meningkat ke 53,3 di Maret 2023 dari 50,1 di Februari 2023. Hal ini, menimbulkan kekhawatiran bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga acuan meskipun terdapat potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, penurunan inflasi dalam negeri ke 4,97% di Maret 2023, membangun ekspektasi bahwa inflasi Indonesia masih relatif stabil di tengah potensi kenaikan konsumsi masyarakat di tengah kecenderungan kenaikan harga minyak menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana prediksi IHSG hari ini secara teknikal masih rawan untuk melanjutkan koreksi. Herditya prediksi pergerakan IHSG hari ini Kamis (6/4) akan berada di area support di 6.781 dan resistance di 6.868.

Menurut Herditya, IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen global. Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) turun menandakan akan adanya pelemahan ekonomi AS ditambah dengan pergerakan harga komoditas dunia.(BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis