Connect with us

Bisnis

Soal Insitif, Ma’ruf Amin Minta Sri Mulyani Beri Insentif Fiskal Bagi Pemda yang Berhasil Melakukan Percepatan Digitalisasi

BISNISREVIEW.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penghargaan berupa insentif fiskal untuk pemerintah daerah (pemda) yang berhasil mengendalikan inflasi.

Terkait itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk memberikan insentif fiskal bagi pemerintah daerah (Pemda) yang berhasil melakukan percepatan digitalisasi.

Insentif yang diberikan sebesar Rp330 miliar untuk periode pertama dan kedua tahun 2023, sedangkan periode ketiga sebesar Rp340 miliar. Sehingga, keseluruhan alokasi insentif tahun 2023 yang diberikan kepada pemda yang berhasil menangani inflasi mencapai Rp1 triliun.

Hal tersebut dirinya sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Jakarta, Selasa (3/10/2023).

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk di Dunia, Wapres Ma’ruf Imbau Masyarakat Beralih ke Kendaraan Umum

“Menteri Keuangan perlu mempertimbangkan untuk merealisasikan tambahan insetif fiskal untuk pemda yang dinilai berhasil dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemda dan kebijakan P2DD tahun 2024,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga telah membocorkan bahwa Menkeu akan memberikan insentif tersebut bagi pemerintah daerah.

“Bu Menkeu menjelaskan bagaimana tata kelola dan pengaturan mengenai anggarannya dari pusat ke daerah dan juga insentif bagi para gubernur dan walikota yang cepat dalam digitalisasi,” tutur Perry.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidan Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa hingga saat ini rencana insentif tersebut masih dibahas di Kemenkeu.

“Insentif sedang dibahas di Kementerian Keuangan, belum ada angkanya,” ujarnya.

Menkeu Sri Mulyani sendiri pun belum membeirkan informasi terkait rencana tersebut. Dalam sambutan, dirinya menekankan bahwa ekonomi digital menjadi kunci pemulihan dan perutmbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Terpantau Bervariasi, Harga Termurah Rp540.000

Terlebih, Indonesia terus berupaya dalam meningkatkan pembangunan dan membangun pondasi dalam rangka mencapai status Indonesia Maju dan negara berpendapatan tinggi.

Indonesia pun telah tumbuh konsisten 5 persen selama 7 kuartal berturut-turut saat dunia mengalami permelahan secara signifikan.

“Ini adalah prestasi dan saya berterima kasih ke seluruh pimpinan daerah hari ini. Salah satu yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan ekonomi digital dan infrastruktur digital,” katanya.(BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis