Connect with us

Bisnis

Target Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 5,2 Persen Tahun Depan, Menko Perekonomian: Pemerintah Siapkan Strategi Ini

Foto Ilustrasi

BISNISREVIEW.COM – Pandemi Covid-19 berangsur pulih, tinggal bagaimana pemulihan ekonomi nasional tahun depan dan selanjutnya. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,2%.

“Kami menilai, target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 tersebut akan bergantung pada respons kebijakan ekonomi yang tepat dan pengendalian pandemi,” jelas Susiwijono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/12/2021).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengantisipasi semuanya dengan berbagai strategi, sehingga pemerintah dapat menyiapkan respons yang cepat.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/ditemukan-kasus-omicron-puan-imbau-anggota-dpr-gunakan-masa-reses-ajak-warga-di-dapil-perketat-prokes/

Menurut Susiwijono, pemerintah juga telah menyiapkan strategi dengan akan dilanjutkannya stimulus fiskal melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun 2022.

“Sementara ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 414 triliun, namun demikian pengalaman selama ini sangat dinamis, tergantung dari perkembangan kasus Covid-19 di lapangan,” ucap Susiwijono.

Alokasi anggaran program PEN pada tahun 2022 tetap mengedepankan prinsip fleksibilitas dimana alokasi masih dapat berubah mengikuti perkembangan pandemi Covid-19 di tahun 2022.

Menurutnya, dari sisi kesehatan, pemerintah mengantisipasi risiko penyebaran Covid-19 varian baru omicron melalui deteksi, terapeutik, vaksinasi, dan perubahan perilaku. Yakni yang Pertama, untuk deteksi dilakukan dengan cara meningkatkan tes epidemiologi dan tes screening, lalu meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus dan penguatan surveilans di pintu masuk negara.

Kedua, terapeutik dilakukan dengan langkah konversi TT 30-40% dari total kapasitas rumah sakit, pengetatan syarat masuk rumah sakit, pemanfaatan isolasi terpusat, dan mengerahkan tenaga cadangan seperti dokter internship, ko-asisten, serta mahasiswa tingkat akhir.

Ketiga, vaksinasi dilaksanakan dengan melalui percepatan vaksinasi bagi kelompok rentan termasuk lansia, kemudahan sentra vaksinasi, syarat kartu vaksinasi untuk perjalanan dan di ruang publik, vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun setelah mendapatkan rekomendasi dari ITAGI dan telah diterbitkannya EUA untuk anak dari BPOM dengan menggunakan vaksin Sinovac. Serta penerapan vaksin booster mulai awal tahun 2022.

Keempat, untuk perubahan perilaku dijalankan dengan implementasi PPKM level 1-4, serta pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi prokes (3M) dan screening. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis