Connect with us

Bisnis

Terkait Target Lifting, Kementerian ESDM Siapkan Insentif Fiskal untuk KKKS dan Migas

Menteri ESDM Arifin Tasrif

Pemerintah memiliki ambisi untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

BISNISREVIEW.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan sejumlah insentif fiskal untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas).

Wacana pemberian insentif ini juga berkaitan dengan target lifting yang ingin dicapai pemerintah.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, pihaknya tengah mempersiapkan proposal untuk memberikan keringanan-keringanan fiskal lebih lanjut yang nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan.

“(Proposal) ini akan kami bahas dalam rapat intern dengan Kementerian Keuangan, di mana di situ terkait dengan masalah perpajakan, wilayah usaha yang harus diupayakan, karena ini juga merupakan masukan daripada Indonesian Petroleum Association (IPA),” ujar Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI pada Rabu (2/6/2021).

Seperti diketahui, pemerintah memiliki ambisi untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Sementara di tahun 2021, dalam APBN target lifting yang dicanangkan yakni lifting minyak bumi mencapai 705.000 bopd serta lifting gas bumi sebesar 975 barel setara minyak per hari alias barrels of oil equivalent per day (boepd).

Sebenarnya, di awal tahun ini, capaian lifting migas nasional masih lebih rendah dibanding target yang dicanangkan dalam APBN 2021.

Mengutip salinan materi paparan Kementerian ESDM pada raker 2 Juni 2021 yang diperoleh Kontan.co.id, hingga 20 Mei 2021 lalu, realisasi lifting minyak bumi baru mencapai 630.000 boepd, sementara lifting gas buminya sebanyak 962 boepd.

Kementerian ESDM percaya, insentif fiskal dapat  memacu kinerja lifting KKKS. “Mereka (IPA) juga umumnya mendukung target 1 juta barel per hari, tapi di lain sisi juga mereka memberikan masukan bahwa harus ada ketentuan-ketentuan fiskal yang bisa memberikan keringanan buat mereka, ini yang sedang kami upayakan,” ujar Arifin. (BR/Arum)

Sumber: Kontan.Co.Id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis