Connect with us

Bisnis

Terpantau, Kondisi Cadangan Pangan Nasional Saat Ini Sangat Kecil, Duh Gimana Nich

Cadangan beras Indonesia tahun ini, ilustrasi

BISNISREVIEW.COM – Terpantau, kondisi cadangan pangan nasional saat ini sangat kecil dibandingkan kebutuhan bulanan nasional.

Hal itu diketahui ketika Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data stok pangan yang dikuasai pemerintah lewat BUMN pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menandaskan, akibat dari kondisi cadangan pangan nasional saat ini sangat kecil, maka tidak dapat dilakukan intervensi untuk stabilisasi pasokan dan harga hulu hingga hilir.

“Kondisi ini sebenarnya kalau kita melihat stok akhir pada bulan Mei nanti prediksi kami akan sangat cukup untuk ketersediaan secara nasional,” ujar Ketut dalam diskusi virtual, Rabu (12/4/2023).

Dia menjabarkan, pada Januari sampai dengan Mei 2023, secara prinsip ketersediaan atau cadangan pangan masyarakat khususnya beras sangat cukup. Namun, imbuh dia, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih perlu ditingkatkan.

Ketut memaparkan, per tanggal 11 April 2023, stok beras hanya berada di angka 292.045 ton, di mana angka tersebut terdiri dari stok CBP Bulog sebesar 270.194 ton, dari komersial sebesar 21.621 ton, dan stok dari ID Food sebanyak 229 ton.

“Ini kondisi terakhir. (Ditambah) pada tanggal 24 Maret 2023 (lalu) Bapak Presiden memerintahkan kepada Bapanas sekaligus kami juga sudah menugaskan Bulog untuk melaksanakan bantuan beras sebanyak. 10 kg kepada 21,353 juta KPM (keluarga penerima manfaat) dan diberikan selama 3 bulan. Dengan demikian beras yang diperlukan kurang lebih sebanyak 640 ribu ton untuk bansos (bantuan sosial),” terangnya.

Dengan kondisi stok beras yang hanya tersedia 292.045 ton padahal kebutuhan per bulannya adalah sebesar 2.580.897 ton per bulan, Bapanas menugaskan Bulog melakukan importasi beras sebanyak 500.000 ton yang harus didatangkan segera untuk kebutuhan bansos hingga bulan Mei mendatang.

Selain beras, stok pangan lainnya pun mengalami kondisi yang sama kritisnya dengan kondisi stok beras.

Diantaranya ada stok kedelai yang hanya tersisa 775,77 ton di mana seharusnya dibutuhkan sebesar 230.718 ton per bulan. Jagung, stoknya hanya tersisa 6,00 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 1.361.438 ton.

Bawang merah stoknya tersisa 0,80 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 91.056 ton. Bawang putih stoknya tersisa 0,60 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 54.317 ton. Cabai stoknya tersisa 0,38 ton di mana kebutuhan per bulannya adalah sebesar 90.849 ton.

Telur ayam stoknya tersisa 115,28 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 490.286 ton. Daging ayam stoknya tersisa 112,31 ton di mana kebutuhan per bulannya adalah sebesar 292.313 ton. Ikan stoknya tersisa 297,40 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 1.339.425 ton.

Daging sapi dan daging kerbau yang masing-masing diantaranya hanya tersisa stok 7.524,91 ton dan 932,33 ton di mana kebutuhan per bulannya sebesar 67.971 ton per bulan.

“ondisi stok minyak goreng yang juga dinilai kritis, per 11 April 2023, stok minyak goreng tersisa 16.626,40 kl di mana kebutuhan per bulannya sebesar 610.898 kl per bulan,” terangnya. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis