Bisnis
“Untuk Menurunkan Inflasi”, Mayoritas Pejabat The Fed Setuju Menaikan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin
BISNISREVIEW.COM – Hasil risalah Federal Reserve (The Fed) akhirnya resmi dirilis pada Rabu (22/2/2023) waktu setempat.
Riak-riak di pasar finansial global sudah mulai terlihat akibat suku bunga The Fed (Federal Funds Rate/FFR) diperkirakan akan mencapai 5,25% – 5% pada Juni nanti. Sebelumnya ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan proses disfinlasi sudah dimulai di Amerika Serikat. Itu artinya, pertumbuhan inflasi sudah mulai melandai.
Mayoritas pejabat The Fed setuju untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps), sementara beberapa orang mendukung untuk kenaikan yang lebih besar, yakni 50 bps.
Dikutip dari Bloomberg, Pejabat The Fed mengatakan kenaikan suku bunga acuan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen, meskipun hampir semua mendukung langkah penurunan laju kenaikan.
“Kami mengamati bahwa sikap kebijakan yang membatasi kenaikan suku bunga perlu dipertahankan sampai data yang masuk memberikan keyakinan bahwa inflasi berada pada jalur penurunan yang berkelanjutan hingga 2 persen. Hal ini kemungkinan akan memakan waktu lama,” tulis risalah The Fed pada 31 Januari-1 Februari 2023 seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/2/2023).
The Fed juga mengatakan “hampir semua” pejabat setuju menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan tersebut. Sementara itu, beberapa pejabat justru mendukung atau dapat mendukung kenaikan 50.
Seperti diketahui, The Fed telah menaikkan suku bunga seperempat poin (25 bps). Tindakan tersebut merupakan langkah moderat setelah kenaikan setengah poin (50 bps) pada Desember 2023 dan empat kali berturut-turut kenaikan jumbo sebesar 75 bps.
Langkah yang dilakukan The Fed tersebut mendongkrak suku bunga acuan menjadi kisaran 4,5 persen hingga 4,75 persen.
Baik Ketua The Fed Jerome Powell maupun risalah menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral AS siap menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menghasilkan perlambatan ekonomi yang lebih luas demi meredam inflasi.
Namun, melihat penurunan inflasi yang tidak sebesar ekspektasi, serta data tenaga kerja yang kuat, pasar kini menanti apakah ada perubahan lagi dari pernyataan Powell nantinya. Powell sebelumnya juga secara gamblang menyatakan suku bunga bisa naik lebih tinggi dari proyeksi jika inflasi kembali naik. (BR/Arum)