Connect with us

Nasional

Usai Direvitalisasi, Pengelola Tenant Bandara Halim Perdanakusuma Ngeluh Makin Sepi Omzetnya Anjlok

BISNISREVIEW.COM, Jakarta — Jumlah penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang belum normal setelah proses revitalisasi dikeluhkan penyewa tenant.

Sejak revitalisasi pada Februari hingga September 2022 yang mengakibatkan aktivitas Bandara Halim Perdanakusuma terhenti, hingga kini jumlah penumpang masih belum pulih total.

Pengelola tenant, Silvi mengatakan jumlah penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma yang belum pulih sepenuhnya ini mengakibatkan penurunan drastis omzet penjualan.

“Pemasukan turun sekitar 60-70 persen karena penumpang sepi. Padahal setelah revitalisasi kan harusnya penumpang bertambah,” kata Silvi di Jakarta Timur, Selasa (16/1/2024).

Bahkan sejak bulan Desember 2022 saat proses revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma sudah rampung, pengelola tenant terpaksa mengurangi jumlah pegawainya.

Mereka memberhentikan sejumlah pegawai untuk mengurangi biaya pengeluaran uang sewa tenant di Bandara Halim Perdanakusuma, dan agar usahanya tetap dapat berjalan.

“Sewa harus bayar sementara pemasukan enggak ada. Ada (tenant) yang mengurangi dari tadinya 14 orang pegawai sekarang ada tujuh, lima. Saya di sini lima, sebelumnya 12 pegawai,” ujarnya.

Bukan tanpa sebab, saat dihantam pandemi Covid-19 yang mengakibatkan jumlah penumpang anjlok dan proses revitalisasi para tenant masih tetap harus membayar sewa.

Silvi menuturkan pihaknya sudah berupaya melayangkan surat kepada pengelola Bandara Halim Perdanakusuma untuk meminta keringanan biaya sewa, tapi hal tersebut tak disetujui.

“Harapan kita kalau penurunan biaya sewa enggak bisa. Kalau enggak bisa tambah jadwal penerbangan, adain promo biar penumpang kembali ramai seperti sebelum Covid-19,” tuturnya.

Menanggapi keluhan tenant, Bandara Halim Perdanakusuma menyatakan masih berupaya meningkatkan jumlah penumpang agar kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

Humas Bandara Halim Perdanakusuma, Nadia Putri Andrian mengatakan bila dibanding tahun 2018 jumlah penumpang sekarang setelah revitalisasi memang belum pulih total.

Pasalnya pada tahun 2018 atau sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, jumlah keberangkatan penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma tercatat sebanyak 7.289.885.

Namun pihaknya membantah bila terjadi penurunan karena pada tahun 2022 saat revitalisasi jumlah penumpang tercatat 978.163, dan pada tahun 2023 jumlah penumpang tercatat 3.660.750.

“Fluktuasi jumlah penumpang mencerminkan di era saat ini industri penerbangan dihadapkan pada tantangan lebih kompleks. Ini akan terus berlangsung dalam beberapa tahun kedepan,” kata Nadia.

Belum pulihnya jumlah penumpang diperkirakan karena sejumlah faktor di antaranya kenaikan harga tiket penerbangan dan bertambahnya pilihan moda transportasi.

Guna menambah jumlah penumpang agar dapat kembali pulih sebagaimana sebelum pandemi Covid-19, Bandara Halim Perdanakusuma menyebut sudah menyiapkan sejumlah langkah.

“Upaya untuk menjawab tantangan tersebut salah satunya adalah perluasan area check-in hall dan BHS, perluasan SCP 2 dan perluasan area ruang tunggu penumpang bandara,” ujar Nadia.(BR/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional