Connect with us

Bisnis

Karena Terjebak dalam Rentang 6,500-6,680 Pasca Uptrend Line Patah, IHSG Alami Tekanan

Ilustrasi, IHSG mengalami tekanan

BISNISREVIEW.COM – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi cenderung mengalami tekanan pada perdagangan awal pekan, Senin (8/11/2021).

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi menyampaikan IHSG (6,581) terjebak dalam rentang 6,500-6,680 pasca uptrend line patah. Belum terbentuk momentum kuat indeks untuk menanjak. “Untuk hari ini Analis Teknikal menyukai saham MNCN, BRPT, MTDL dengan rating trading buy, POLL dengan rating trading sell,” paparnya dalam publikasi riset.

William menilai sentimen yang dapat mendongkrak kenaikan IHSG masih minim lantaran terjadi perlambatan perekonomian. Pihaknya menyebut belum terdapat arus capital inflow yang melaju signifikan ke dalam pasar modal Indonesia membuat pasar bergerak lebih konsolidatif.

Menurut William, pergerakan indeks komposit terlihat masih rawan tekan dibandingkan dengan peluang kenaikan pada hari ini. “Dengan demikian, IHSG berpeluang melemah,” tulisnya dalam publikasi riset, dikutip Minggu (7/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG akan bergerak di rentang 6.504 – 6.619. Pihaknya menjagokan saham BBCA, HMSP, PWON, TBIG, ITMG, EXCL, BINA, dan KLBF untuk sesi perdagangan besok.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (5/11/2021), IHSG ditutup melemah dengan turun tipis 0,07 persen atau 4,66 poin ke level 6.581,79. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.550,12 – 6.608,43. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis