Connect with us

Bisnis

Rupiah Melemah Sejalan dengan Mayoritas Mata Uang Asia yang Tertekan

Rupiah melemah

BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah makin dalam pada Selasa (6/12/2022) siang. Pukul 11.50 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,75% ke Rp 15.579 per dolar AS dari posisi kemarin Rp 15.463 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan. Won Korea memimpin pelemahan di tengah kehati-hatian investor setelah rilis data indeks sektor jasa AS yang menguat.

“Dua data yang lebih kuat daripada ekspektasi, yakni payroll dan ISM sektor jasa, menyebabkan indeks dolar dan yield US Treasury menguat,” kata Irene Cheung, senior foreign exchange strategist ANZ di Singapura kepada Bloomberg. Dia menambahkan bahwa sejumlah mata uang Asia yang menguat beberapa waktu terakhir menghadapi koreksi.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/besok-umk-diumumkan-presiden-kspi-bogor-dan-subang-rekomendasi-kenaikan-10-persen-umk/

Sementara berdasarkan data Bloomberg, selain won dan rupiah, pelemahan juga menimpa mata uang rupee India, dolar Taiwan, ringgit Malayrian, yuan China, peso Filipina, dolar Hong Kong, dan yen Jepang. Sementara dolar Singapura, baht Thailand, dan yuan offshore menguat terhadap the greenback.

Di sisi lain, indeks dolar tercatat turun tipis ke 105,25 pada siang ini dari posisi penutupan perdagangan kemarin 105,29. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini tercatat masih menguat tipis dari posisi akhir pekan yang ada di 104,54.

Sementara yield US Treasury tenor 10 tahun siang ini berada di 3,58%. Imbal hasil surat utang negara AS ini masih menguat dari posisi 3,579% pada penutupan perdagangan kemarin. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis