Connect with us

Bisnis

Wall Street Melemah, Indeks Komposit Nasdaq Teknologi Kehilangan 0,5 % pada 11.716,08

Wall Street Melemah

BISNISREVIEW.COM – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup merah Selasa (28/3/2023) waktu setempat. Meski data kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) solid, imbal hasil obligasi AS yang naik menjadi penyebab.

Dow Jones Industrial Average merosot 0,1 % menjadi 32.394,25. Sementara S&P 500 berbasis luas tergelincir 0,2% menjadi 3.971,27 sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang kaya teknologi kehilangan 0,5 % pada 11.716,08.

Bursa saham Wall Street terkoreksi setelah pernyataan Pemerintah AS tentang bank-bank yang kesulitan dan menjual saham-saham yang terkait dengan teknologi setelah kenaikan kuat baru-baru ini.

“Sementara konsumen merasa sedikit lebih percaya diri tentang masa depan, mereka sedikit kurang optimis tentang lanskap saat ini,” kata direktur senior ekonomi di The Conference Board, Ataman Ozyildirim, dikutip AFP.

Dilaporkan saham-saham teknologi AS yang dipandang lebih bergantung pada utang tertekan. Sementara saham-saham bank regional AS juga turun.

Secara “individu”, saham Alibaba melonjak 14,3% karena mengumumkan akan dipecah menjadi enam kelompok bisnis. Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini memiliki operasi bisnis yang mencakup cloud computing, e-commerce, logistik, media dan hiburan, serta kecerdasan buatan (AI).

Melansir dari Antara, Pejabat The Fed Michael Barr mengatakan kepada panel Senat bahwa Silicon Valley Bank melakukan pekerjaan yang “mengerikan” dalam mengelola risiko sebelum keruntuhannya.

Saham Apple dan Microsoft bersama dengan saham terkait teknologi lainnya berakhir turun dan berada di antara penurunan terbesar di S&P 500. “Ini sedikit tindak lanjut dari penurunan saham teknologi kemarin. Anda melihat sedikit aksi ambil untung,” kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles. “Beberapa antusiasme berkurang sedikit.”

Indeks teknologi S&P 500 turun 0,5 persen, memperpanjang penurunan minggu ini, tetapi tetap naik tajam untuk kuartal tersebut.

Indeks perbankan regional KBW turun 0,2 persen pada Selasa (28/3/2023). Saham First Citizens BancShares Inc naik sedikit, sehari setelah sahamnya melonjak lebih dari 50 persen setelah mengatakan akan mengakuisisi simpanan dan pinjaman dari Silicon Valley Bank. Saham bank telah dijual tajam setelah masalah di Silicon Valley dan bank lain.

Prospek peraturan yang lebih ketat untuk bank dengan simpanan di atas 100 miliar dolar AS meningkatkan tingkat kecemasan bagi mereka yang saat ini dianggap sedang kesulitan,” kata James.

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi, juga membebani saham-saham yang berfokus pada teknologi. Imbal hasil telah naik dari posisi terendah enam bulan pada Jumat (24/3/2023).

Di awal sesi, sebuah survei menunjukkan kepercayaan konsumen AS secara tak terduga meningkat pada Maret, tetapi juga bahwa orang Amerika menjadi sedikit cemas tentang pasar tenaga kerja.

Mendekati akhir kuartal, investor menantikan hasil bank yang akan datang, yang mungkin memberi mereka rincian lebih lanjut tentang kesehatan sektor ini setelah runtuhnya Silicon Valley dan Signature Bank. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis