Bisnis
Disebabkan Data Kerja AS yang Kuat, “Rupiah Melemah”, Pelaku Pasar Menanti Rilis Data Inflasi AS pada Rabu Besok
BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah di awal perdagangan hari ini. Selasa (9/5/2023), rupiah spot dibuka di level Rp 14.745 per dolar Amerika Serikat (AS).
Data tenaga kerja AS yang kuat menjadi penyebabnya. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat Rabu besok. Jika inflasi menanjak, maka ekspektasi kenaikan suku bunga akan semakin tinggi.
Sebelum rilis data inflasi tersebut, ada risiko rupiah melemah lagi pada perdagangan Selasa (9/3/2023). Apalagi, sepanjang tahun ini penguatan rupiah cukup tajam dan menyentuh level terkuat sejak Juni 2022, sehingga risiko koreksi teknikal cukup besar.
Ini membuat rupiah melemah 0,23% dibandingkan dengan penutupan Senin (8/5) yang berada di Rp 14.711 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.
Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan cenderung melemah. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,39%.
Selanjutnya, won Korea Selatan yang koreksi 0,2% dan yuan China terkikis 0,14%. Disusul, dolar Singapura yang tertekan 0,07%.
Berikutnya, ada ringgit Malaysia yang melemah 0,04% terhadap the greenback pada perdagangan pagi ini.
Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,43%. Diikuti, yen Jepang yang naik 0,04%.
Kemudian, dolar Hongkong dan dolar Taiwan yang sama-sama menguat tipis 0,01%. (BR/Arum)