Connect with us

Bisnis

Maski Kinerja Pemerintah Tahun Ini Membaik, Namun Target Ekonomi Terlalu Tinggi, Rupiah Melemah

Rupiah melemah

BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot melemah pada perdagangan Jumat pagi, 19 Mei 2023.

Terpantau pukul 09.14 WIB rupiah melemah sebesar 41 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp 14.909 per dolar AS, dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp 14.868 per dolar AS.

Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan ditutup melemah hari ini. Dia menilai, pada tahun ini kinerja Pemerintah akan lebih baik.

“Namun target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 yang mencapai 5,3 persen-5,7 persen terlalu tinggi dan kurang realistis. Sementara, Pemerintah memiliki kecenderungan untuk mematok target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata Ibrahim dalam risetnya, Jumat, (19/5/ 2023).

Ibrahim mengatakan, kondisi perekonomian tahun depan memang akan lebih baik dari tahun ini. Indikator seperti belanja pemerintah, konsumsi domestik akan naik karena adanya pemilihan umum (pemilu) akan meningkatkan geliat perekonomian.

“Meskipun begitu, gejolak perekonomian yang terjadi pada tahun ini masih mungkin berbekas hingga tahun depan. Lalu, gelaran pemilu cenderung membuat para investor dan pengusaha menunggu, sehingga mungkin terjadi perlambatan realisasi investasi,” ujarnya
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau Rabu sore, mematok rupiah di angka Rp 14.875 per dolar AS.

Ini membuat rupiah melemah 0,27% dibandingkan dengan penutupan Rabu (17/5) yang berada di Rp 14.869 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan cenderung melemah. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,31%.

Berikutnya, yuan China yang koreksi 0,3%, dan baht Thailand yang tertekan 0,21%. Disusul, dolar Singapura yang terkikis 0,07%.

Selanjutnya, won Korea Selatan yang terlihat turun 0,03%. Lalu, dolar Taiwan melemah tipis 0,007% terhadap the greenback.

Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,3%.

Kemudian, yen Jepang naik 0,13% dan dolar Hongkong menguat tipis 0,05% pada perdagangan pagi ini. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis