Bisnis
Joe Biden dan Ketua DPR AS Kevin McCathy Akhiri diskusi Tanpa Kesepakatan Soal Batas Utang, Rupiah Melemah
BISNISREVIEW.COM – Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp14.909 di hadapan dolar AS pada hari ini, Rabu (24/5/2023), sementara itu indeks dolar terpantau melemah 0,01 persen ke posisi 103.422.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,23 persen atau turun 34,5 poin ke posisi Rp14.909 per dolar AS.
Sebelumnya direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup menguat direntang Rp14.850-Rp14.930. Dolar AS yang menguat disebabkan karena harapan akan pendapatan devisa AS yang meningkat.
Presiden Joe Biden dan Ketua DPR AS Kevin McCathy mengakhiri diskusi pada Senin malam tanpa kesepakatan mengenai cara meningkatkan batas utang pemerintah.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menambah urgensi situasi dengan menyatakan bahwa sekarang sangat mungkin departemennya akan kehabisan uang tunai pada awal Juni.
Beberapa mata uang Asia lainnya juga dibuka bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,09 persen, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, rupee India menguat 0,03 persen, dan Bath Thailand menguat 0,03 persen.
Sementara itu mata uang yang melemah di antaranya ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, yuan China melemah 0,13 persen, peso Filipina melemah 0,07 persen, won Korea turun 0,46 persen dan dolar Taiwan melemah 0,18 persen. (BR/Arum)