Bisnis
Robert Akyuwen: OJK Saat Ini FokusDorong Sektor Perbankan Melaksanakan Transformasi Digital dalam Industri Jasa Keuangan
BISNISREVIEW.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Robert Akyuwen, menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus dalam mendorong sektor perbankan untuk melaksanakan transformasi digital dalam industri jasa keuangan.
Dorongan regulator untuk mempercepat transformasi digital di industri perbankan, terutama di BPR/BPRS, ternyata membuahkan hasil yang maksimal. Salah satu contoh nyata adalah Hijra Bank.
Hal ini sejalan dengan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) dan roadmap tematik lainnya. Salah satu fokusnya adalah pada industri BPR/BPRS, di mana langkah-langkah berikut ditekankan: pertama, memperkuat infrastruktur teknologi informasi (TI) yang diperlukan untuk mendukung penerapan digitalisasi dalam perbankan syariah; kedua, menyusun kebijakan yang mendukung langkah ini; ketiga, mendorong penggunaan platform yang sama untuk mempermudah integrasi; dan keempat, mendorong pengembangan modul pendanaan dan pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akad syariah.
“Hijra Bank menjadi satu-satunya BPRS yang telah memiliki mobile banking. Karena itu, Hijra Bank dapat menjadi trigger yang baik untuk memacu pertumbuhan digitalisasi di perbankan syariah, terutama di BPRS Indonesia,” jelas Roberto.
Untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya transformasi digital di industri perbankan, terutama di BPR/BPRS, Hijra Bank bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan diskusi panel dengan topik “Kinerja Hijra Bank dan Potensi Transformasi Digital Keuangan Islam di Indonesia” di Jakarta, Senin (29/5/2023), yang dihadiri Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Roberto Akyuwen, Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Program-Program Prioritas Dian Triansyah Djani, Pakar Keuangan Islam dan Deputi Komisioner OJK 2014-2017 Mulya Effendi Siregar, serta Co-Founder Hijra Dima A. Djani.
Baru diluncurkan sekitar enam bulan lalu dengan konsep seluruhnya menggunakan digital-mulai dari layanan, produk, serta operasionalnya, Hijra Bank mencatatkan kinerja yang sangat baik.
Lebih lanhut, Robert mengatakan, “BPR/BPRS di wilayah Jakarta dan Banten memiliki tingkat efisiensi dan profitabilitas yang relatif lebih rendah di tingkat nasional. Dengan hadirnya Hijra Bank membuktikan bahwa BPR/BPRS Jakarta dan Banten dapat bersaing dengan fokus menekankan pada transformasi digital.”
Meski sebagai pemain baru di perbankan syariah berbasis digital, Hijra Bank telah mengalami pertumbuhan pengguna lebih dari 200%. Kebanyakan penggunanya dari generasi milenial dan gen-Z.
“Enam bulan terakhir telah menjadi momentum krusial bagi Hijra Bank. Kami tidak hanya harus membuktikan bahwa ide besar kami, produk, dan teknologi dapat diterima oleh masyarakat, tetapi juga dapat memberikan solusi nyata yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup para pengguna kami. Pertumbuhan yang kami alami selama enam bulan terakhir merupakan upaya kami untuk terus membuktikan bahwa BPR/BPRS juga mampu bertahan, bahkan mencapai kejayaan, di era digital seperti sekarang,” ungkap Dima A. Djani, Co-Founder Hijra.
Pertumbuhan pengguna Hijra Bank juga sejalan dengan peningkatan transaksi yang signifikan melalui platform digital Hijra Bank. Angka tersebut telah melampaui tiga kali (3x) lipat sejak peluncurannya pada Desember 2022.
Hasilnya, kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan tren positif. Pada akhir tahun 2022, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan oleh Hijra Bank hampir mencapai 200% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan peningkatan laba lebih dari 200% dibandingkan tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). (BR/Arum)