Connect with us

Bisnis

Terkait Pembangunan Akses Jalan dari dan Menuju Stasiun-Stasiun KCJB ,Erick Thohir Bilang Begini

BISNISREVIEW.COM – Terkait pembangunan akses jalan dari dan menuju stasiun-stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan pemerintah memperhatikan seluruh aspek terkait. Hal ini mencakup beberapa hal termasuk akses jalan, integrasi antarmoda, dan lainnya.

“Pembangunan infrastruktur transportasi ini harus menyeluruh. Tidak hanya kereta cepatnya saja, harus ada terminalnya, aksesnya, dan lain-lain,” kata Erick saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, dikutip Minggu (6/8/2023).

Seiring dengan hal tersebut, Erick mengatakan pada tahap awal pengoperasiannya, kereta cepat akan berhenti pada 3 dari 4 stasiun yang ada. Ketiga stasiun tersebut yakni Stasiun Halim, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

Erick menambahkan, hal tersebut berdasarkan kesepakatan bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

“Saya sudah berulang ngomongnya, jangan sampai kita bicara kereta cepat tetapi keluar dari terminalnya memakan waktu sejam, belum lagi tol-nya. Kemudian, dari Jakarta akan didorong hanya ke akses ini, agar masyarakat terbiasa menggunakan kereta cepat cuma 45 menit, aksesnya juga harus diperhatikan,” kata Erick.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/menyikapi-mou-presiden-jokowi-dengan-presiden-china-xi-jinping-direktur-lbh-icmi-hanya-dengan-penguatan-sistem-kedaulatan-rakyat-yang-dapat-menjawab-dan-menyelesaikan-semua-masalah-bangsa-ini/

Khusus untuk akses jalan, Erick mengatakan hal ini akan menjadi salah satu poin penting yang akan mempengaruhi kecepatan mobilitas pengguna kereta cepat.

Dia mengatakan, pemerintah serta pemangku kepentingan terkait lainnya berupaya untuk membuat waktu tempuh serta integrasi antarmoda kereta cepat kurang dari 1 jam.

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, salah satu hal yang dinilai menjadi rintangan dalam penyelesaian proyek kereta cepat adalah perencanaan yang kurang baik. Tiko menuturkan akses jalan tol dan jalan besar di sejumlah stasiun seperti Karawang dan Halim saat ini belum tersedia.

“Ini saya sebal juga sama anak-anak KAI jadi akses stasiun belum dipikirkan. Jadi (Stasiun) Halim, Karawang enggak ada jalan akses ke tol sama ke jalan besar, baru kita dorong sekarang,” ujarnya.(BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis