Bisnis
Mengekor Indeks Dolar AS, Rupiah Melemah ke Posisi Rp15.712
BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (4/3/2024) dibuka melemah ke posisi Rp15.712. Pelemahan rupiah mengekor indeks dolar AS yang turun tipis pada perdagangan pagi ini.
Sejumlah mata uang kawasan Asia lainnya bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,03%, dolar Singapura melemah 0,04%, peso Filipina melemah 0,02%, dan yuan China turun 0,02%.
Kemudian baht Thailand naik 0,12%, ringgit Malaysia naik 0,39%, rupee India menguat 0,01%, won Korea naik 0,31% dan dolar Taiwan menanjak 0,14%.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah dibuka turun 0,05% atau 8 poin ke posisi Rp15.712 per dolar AS. Sementara itu indeks dolar terpantau melemah tipis 0,03 poin ke posisi 103,82.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Level Rp15.655, Tak Lepas dari Twin Deficit
Sebelumnya, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan ada perdagangan Senin, (4/3/2024) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.690 – Rp15.740 per dolar AS.
Ibrahim menjelaskan rupiah bergerak dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya inflasi Februari Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2024 inflasi sebesar 0,37% secara bulanan (mtm) dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,58.
Sedangkan, tingkat inflasi tahun ke tahun (yoy) tercatat 2,75% dan tingkat inflasi tahun kalender (Februari 2024 terhadap Desember 2023) sebesar 0,4%.
Tingkat inflasi bulanan Februari 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun lalu.
Penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00% mtm dengan andil 0,29%. (BR/Arum)