Connect with us

Gayahidup

Bahaya Narkoba Sudah Meresahkan, Pengamat: Sebaiknya Generasi Mudah Dijauhi dari Narkoba

Pengamat ekonomi dan hukum nasional, Hardi Fardiansyah

BISNISREVIEW.COM – Pengguna narkoba semakin bertambah, sejatinya dihentikan agar tidak menyebar luas di kalangan masyarakat. Jika tidak ada upaya pencegahan, maka berefek buruk pada kesehatan masyarakat utamanya generasi muda.

Pengamat ekonomi dan hukum nasional, Hardi Fardiansyah mengungkapkan, saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Hardi menegaskan, narkoba merupakan zat berbahaya bila dikonsumsi masyarakat, apalagi generasi muda. Pasalnya, generasi muda merupakan stok generasi penerus bangsa yang harus diselamatkan.

“Menyelamatkan generasi muda sejatinya sudah menjadi satu keharusan semua pihak. Jadi siapa pun bisa melakukan perlindungan dan penyelamatan generasi muda dari penggunaan obat berbahaya ini,” terang Hardi dalam tulisannya diterima Bisnisreview.Com, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga; https://bisnisreview.com/anwar-fuady-bahagia-pemerintah-amerika-sekarang-sangat-mentolerir-berbagai-kegiatan-umat-islam/

Dari satu sisi, tambah Hardi, narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut menurut Hardi, dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. “Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum,” tegas Hardi.

Lebih lanjut, Ketua Umum Pandu Muda Indonesia ini mengatakan, narkotika bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan di sisi lain merusak kesehatan.

Baca Juga:https://bisnisreview.com/ekonomi-digital-bagian-dari-output-yang-menggabungkan-teknologi-multiguna-berbasis-internet/

“Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebihan, maka bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan,” tandasnya.

Dari sinilah, sambung Hardi, muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, namun tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.

“Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali,” imbuhnya. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Gayahidup