Connect with us

Bisnis

Ekonomi Digital, Bagian dari Output yang Menggabungkan Teknologi Multiguna Berbasis Internet

Pengamat ekonomi dan hukum nasional, Hardi Fardiansyah

BISNISREVIEW.COM – Berbicara soal ekonomi digital, Pada saat seminar Nasional Peran Ekonomi Digital menuju Indonesia Sejahtera yang diadakan di Salah Satu Hotel Bintang 5 di kawasan Sudirman Jakarta Pagi ini, Salah satu pembicara yg merupakan Dosen, Praktisi dan Pengamat Ekonomi dan Hukum Nasional Hardi Fardiansyah mengemukakan, ekonomi digital adalah bagian dari output ekonomi yang menggabungkan teknologi multiguna berbasis internet yang diterapkan dalam model bisnis barang atau jasa digital yang variatif.

Menurut Hardi, dengan berkembangnya inovasi teknologi dan digitalisasi ekonomi melalui media sosial ataupun shopping application itu dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Kehadiran ekonomi digital, sistem ekonomi berubah dari manual konvensional menjadi lebih modern. Konsepsi sederhana tentang perekonomian digital,” kata Hardi kepada Bisnisreview.Com, (20/6/2022).

Dukungan ekonomi syariah, tambah dia,perlu didorong dan dimaksimalkan perannya dalam perdagangan berbasis elektronik (e-commerce).

Baca Juga: https://bisnisreview.com/berbahaya-pemilik-binomo-masih-melanjutkan-transaksi-ilegal-dalam-aplikasi-binomo-secara-tertutup-di-indonesia/

“Saya kira dukungan terhadap pertumbuhan pembiayaan melalui ekonomi digital serta pemberdayaaan ekonomi nasional oleh ekonomi syari’ah perlu didorong dan dimaksimalkan perannya dalam perdagangan e-commerce,” tandasnya.

Ia mengatakan, principle based regulation dapat menjadi salah satu peran yang dapat diambil dalam mengembangkan inovasi produk syari’ah yang sedang trend melalui platform ekonomi digital.

“Dengan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan sektor pertumbuhan ekonomi syariah pada masyarakat Indonesia, yang dengannya, ekonomi syariah diharapkan sebagai jembatan sarana guna menuju inklusi keuangan dalam ekonomi digital, seperti;(a) keterjangkauan platform dalam segmen unbanked,(b) kuatnya kolaborasi antara penyedia jasa keuangan syariah melalui ekonomi digital,(c) meluasnya praktik perbankan syariah yang digitalize, dan (d) media bagi para regulator pengembangan ekonomi syariah, serta (e) tangga untuk tidak lagi pada tataran UMKM melainkan melalui startup. Upaya menumbuhkan entrepreneurship, inovasi dan pertumbuhan ekonomi, dapat menjadi peluang guna memperluas akses terutama pada inklusi ekonomi syariah,” papar Hardi.

“Selain itu ekonomi digital juga diharapkan sebagai wahana sharing informasi dalam meningkatkan layanan public dan atau layanan sosial serta teknologi baru yang diharapkan kehadirannya dapat kesempatan guna memberikan pelayanan ekonomi syariah prima, cepat dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat,” sambungnya. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis