Bisnis
Bursa Asia Turun Setelah Regulator AS Mengumumkan Silicon Valley Bank Yang Dianggap Bisa Menghentikan Risiko
BISNISREVIEW.COM – Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan pada hari Senin (13/3/2023) setelah regulator Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana untuk menjamin simpanan Silicon Valley Bank (SVB), yang dianggap sebagai upaya untuk menghentikan risiko sistemik lebih lanjut.
Silicon Valley Bank pekan lalu ditutup oleh regulator, setelah pelanggan menarik dana sebesar US$ 42 miliar pada akhir Kamis.
indeks Nikkei 225 anjlok 1,61% ke 27.691,85. Berbeda, indeks Hang Seng dibuka naik 0,48% ke 19.411,88.
Sementara itu, indeks Taiex melemah 0,33% ke 15.475,41 dan indeks Kospi turun 0,93% menjadi 2.372,29. Serupa, indeks S&P/ASX 200 koreksi 0,72% ke 7.092,10.
Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,41% ke 3.164,25 dan FTSE Malay melemah 1,28% menjadi 1.413,75.
Sekedar mengingatkan, Silicon Valley Bank ditutup pekan llau oleh regulator perbankan AS, setelah nasabah menarik simpanan sebesar US$ 42 miliar pada hari Kamis (9/3/2023).
Selain itu, pasar di kawasan juga menantikan konferensi pers dari Perdana Menteri China yang baru, Li Qiang, yang dijadwalkan hari ini.
SPD Silicon Valley Bank, joint venture SVB bersama Tiongkok, mengatakan bisnisnya “independen dan stabil” di tengah keruntuhan induknya di AS minggu lalu.
SPD Silicon Valley Bank adalah joint venture 50-50 antara Silicon Valley Bank dan Shanghai Pudong Development Bank.
Bank tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya bahwa “selalu beroperasi secara stabil sesuai dengan hukum dan peraturan Tiongkok, dengan kerangka tata kelola standar dan neraca independen.”
“Sebagai bank teknologi pertama di Tiongkok, SPD Silicon Valley berkomitmen untuk melayani perusahaan sains dan teknologi Tiongkok, dan selalu mengikuti peraturan Tiongkok untuk operasi yang stabil,” tambah bank tersebut. (BR/Arum)