Connect with us

Pendidikan

Clarine Hayes: “Perempuan Jangan Membatasi Diri Hanya Karena Perkataan Orang Lain. Saatnya Berdikari Dan Berkarya.”

Bisnisreview.com — Bagi seorang perempuan, menjadi ibu rumah tangga tidak berarti menutup peluang untuk berdikari secara finansial. Pola pikir konvensional seperti ini perlahan mulal bergeser dengan adanya media sosial dan komunitas-komunitas yang berbagi pengalaman. Saat ini sudah semakin banyak ibu rumah tangga yang berbisnis kecil-kecilan sehingga bisa mandiri secara finansial.

Hal tersebut diungkapkan oleh dokter yang juga konten kreator Clarine Hayes dalam acara Sampoema University Bright Future Festival baru-baru ini.

Dalam webinar bertajuk Miss independent: Perempuen Berdikari Lebih Seksi tersebut, relawan vaksinasi ini mengutarakan bahwa perempuan berdikari sering dianggap anti patriarki dan terlalu ferminis. Padahal, berdikari tidak harus berpenlaku seperti itu. “Ini kurang tepat kita sebagai perempuan harus bisa menempatkan diri pada posisi yang pas.

Baca juga : https://bisnisreview.com/persembahan-baru-dari-swiss-kitchen-restaurant-tempting-spices-dan-cheers-to-summer-di-swiss-belresort-dago-heritage/

Di tempat kerja sebagai seorang pimpinan perusahaan, tapi di rumah adalah seorang istri atau seorang ibu yang memiliki kewajiban. Sebagai perempuan egonya jangan tinggi, tapi juga jangan mau direndahkan,” ungkapnya.

Meski demikian, Clarine juga menegaskan bahwa perempuan jangan membatasi diri hanya karena perkataan orang lain. Dalam sebagian pendapat, perempuan yang terlalu tinggi dalam berkarier dipercaya masyarakat umum akan sulit mendapatkan pasangan hidup karena lak laki akan merasa minder. “Ketika perempuan berpendidikan tinggi karena disekolahkan oleh orang tua, mendapat karier bagus, lalu tidak ada laki-laki yang mendekati karena tidak percaya diri, maka itu berarti bukan salah mereka.

When you become high value women. you will attract high value man. Jangan mengurangi kualitas diri untuk membuat orang lain merasa sejajar dengan diri kita. ”Untuk menjadi perempuan bernilai tinggi, maka harus bisa membagi waktu dan mengorbankan kesenangan untuk mengejar sesuatu.

Menggunakan waktu untuk menjadi produktif bahkan hanya beberapa menit saja. “Ketika sedang mengejar sesuatu, pasti ada yang dikorbankan, tidak mungkin kita mendapatkan segalanya tanpa ada yang dikorbankan. Bahkan bagi seorang dokter,

Lima menitpun sangat berharga karena bisa membaca-baca materi. Time is really meaningful,” katanya.

Ms. Jeanne Svensky Ligte industrial Engineering Lecturer Sampoerna University mengatakan bahwa acara BFF ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen lembaga untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki untuk mencapai sesuatu. “Kami ingin menghadirkan acara-acara yang bisa menjadi referens! bagi mahasiswa kami dan masyarakat umum dalam membangun karier mereka ke depan, yang bisa mereka jadikan rujukan dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya nantinya.

Sebab menjadi manusia unggul itu adalah hak semua orang, karena itulah kami memfasilitasi kegiatan BFF ini,” tuturnya.

Jeanne juga mengatakan bahwa Clarine Hayes adalah salah satu perempuan indonesia yang berhasil dalam kariernya dan bisa menjadi salah satu role model dari pemberdayaan wanita,

“Bahwa perempuan pun bisa mandiri iIndependen dan berdikari. Kami ingin mendorong para mahasiswa kami, khususnya kaum wanita untuk terus mengembangkan diri dan mempersiapkan kompetensi dalam berkarier, salah satunya dengan menyelenggarakan BFF ini.” (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pendidikan