Bisnis
Disokong Sebagian Besar Indeks Sektoral, IHSG Turun 18,487 Poin ke 6.793,706
BISNISREVIEW.COM – Mengawali pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangancSenin (19/12/2022) pukul 9.06 WIB, IHSG turun 18,487 poin atau 0,27% ke 6.793,706.
Pelemahan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang melemah 1% di awal perdagangan hari ini.
Disusul, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Transportasi & Logistik dan IDX Sektor Properti & Real Estate.
Sementara itu, IDX Sektor Infrastruktur menjadi sektor dengan penguatan terbesar setelah naik 0,51%. Diikuti, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Premier dan IDX Sektor Teknologi.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memaparkan sentimen di pasar saham akan datang dari prospek kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, setelah Bank Sentral AS Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin ke kisaran 4,25 persen- 4,5 persen pada Desember 2022.
“Hal ini dapat meringankan langkah Bank Indonesia dalam menaikkan tingkat suku bunganya, karena tekanan dari The Fed juga menjadi lebih terbatas,” kata Nico dalam riset harian, Senin (19/12/2022).
Nico memprediksi berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari ini berpotensi melemah terbatas pada rentang 6.682–6.886. Pilarmas Sekuritas pun merekomendasikan saham BBNI dengan target support dan resistensi pada 8.575-10.000. Selain itu, saham emiten Grup Salim INDF juga menjadi rekomendasi dengan target support dan resistensi 6.800-7.175, dan saham ANTM pada 1.970-2.100. (BR/Arum)