Connect with us

Bisnis

Ekonom Ini Tetap Optimis, Meski Ancaman Resesi di Sejumlah Megara

Hardi Fardiansyah, Pengamat Ekonomi dan Hukum Nasional

BISNISREVIEW.COM – Ekonom Hardi Fardiansyah mengaku optimis, meskipun ancaman resisi di sejumlah negara. Menurut Hardi, pasar saham dan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh dan berkembang pada tahun 2023.

Ada tiga hal yang membuatnya ekonom ini berkeyakinan bahwa negara Indonesia tak masuk ke dalam daftar negara yang mengalami resesi tahun depan.

Pertama, kata dia, dilihat dari ekspor komoditas Indonesia yang melimpah dalam beberapa waktu terakhir, antara lain batu bara, minyak mentah atau crude palm oil (CPO).

“Saya lihat, Indonesia banyak ekspor komoditas, batu baranya banyak, termasuk ekspor CPO, terima uang bermiliar-miliar,” ujar Hardi dalam keterangan tertulisnya, diterima bisnisreview.com, Senin (12/12/2022).

Kedua, Hardi melihat adanya bank-bank di dalam negeri saat ini mengantongi laba yang cukup besar. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA dengan laba Rp28 triliun selama tiga kuartal di 2022. Kemudian, Bank Mandiri dengan laba Rp30 triliun, dan BRI yang mencatat laba sebesar Rp39 triliun. Menurut dia, jika Indonesia mau resesi, bank-bank harusnya sakit. Namun faktanya, bank-bank justru baik-baik saja.

Ketiga, seharusnya bursa orang-orang mulai turun. Dia menuturkan, jika resesi, bursa biasanya sudah terjun bebas duluan, baru kemudian diikuti oleh resesi. Namun hingga saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menunjukkan penurunan, atau stabil di 7.000.

“Kita nggak turun-turun, seperti nggak ada tanda-tanda mau resesi,” kata dia.

Ketiga hal tersebut, tambah Hardi, yang kemudian membuat kita selaku ekonom merasa cukup optimistis bahwa Indonesia tak akan mengalami resesi tahun depan. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis