Bisnis
Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh 5,72 Persen Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Ekonom Bilang Begini
BISNISREVIEW.COM – Ditengah adanya ketidakpastian perekonomian global, dan krisis dari berbagai sektor akibat situasi geopolitik, Indonesia masih tumbuh 5,72 persen dengan inflasi berada di angka 5,4 persen pada kuartal III/2022.
Ekonom nasional Hardi Fardiansyah mengatakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia, hal terpenting bagi adalah menjaga daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. (UMKM) masih bergerak cepat.
“UMKM menjadi kunci yang harus dijaga karena dinilai sebagai motor penggerak pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Hardi kepada bisnisreview.com, Rabu (21/12/2022).
Menurut Hardi, kembalinya aktivitas pasca pandemi Covid-19 telah mempercepat pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut, tambah Hardi, turut mendorong kegiatan perekonomian domestik dan ekspor komoditas.
“Kita lihat masyarakat sudah bebas beraktivitas pasca pandemi. Hal itu mendorong kegiatan perekonomian kita, lebih-lebih terlihat pada kegiatan pelaku UMKM,” tandasnya.
Hardi juga mengatakan, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan langkah strategis pemerintah karena dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan membuat kondisi perekonomian bangsa kembali bergairah seperti sektor industri dan perdagangan yang mengalami kelesuan untuk kembali beroperasi sebagaimana mestinya.
“PEN juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong seluruh pelaku usaha utamanya kelangsungan UMKM untuk dapat meningkatkan produktivitasnya yang diharapkan dapat memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” jelas Hardi.
Lebih lanjut, Dosen STIH Dharma Andigha ini berharap agar, peran UMKM dapat menyediakan jaring pengaman untuk menjalankan kegiatan ekonomi khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“UMKM juga berperan dalam membentuk dan menyumbang produk domestik bruto. Selain itu, peranannya juga mampu memperluas penyerapan dan kesempatan kerja serta menciptakan lowongan pekerjaan,” imbunya. (BR/Arum)