Nasional
Istri Gubernur Maluku Dianugerahi Gelar Kehormatan Ina Latu Maluku Mendapat Apresiasi dari Ketua Umum KKBMM
BISNISREVIEW.COM – Widya Pratiwi Murad dianugerahi gelar kehormatan adat oleh Majelis Latupati. Maluku. Penganugerahan gelar kehormatan ini dilaksanakan di Kantor Majelis Latupati Maluku yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi-Passo, Kecamatan Baguala, Ambokn, Senin (13/2/2023).
Gelar kehormatan adat yang diberikan kepada isteri Gubernur Maluku adalah “Ina Latu Maluku (Ibunya seluruh orang Maluku”, atas dedikasi membantu Upu Latu Maluku yakni Gubernur Maluku. Penganugerahan berdasarkan Keputusan Majelis Latupati Maluku No.03/SK/MLM/02/2023.
Penganugrahan gelar kehormatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM), Dr. H.Djamaludin Koedoeboen, SH, MH.
“Saya berikan apresiasi luar biasa terkait dengan pemberian gelar ataupun penobatan Ibu Widya sebagai Ina Latu Maluku. Ini adalah rangkaian dari sebuah proses perjalanan panjang, tentu dari berbagai pertimbangan-pertimbangan sebagaimana sudah dijelaskan oleh ketua Latupati Maluku,”jelasnya, usai penganugerahan gelar kehormatan Ina Latu Maluku, di Kantor Latupati, dikutip dari kabarterkininews, Selasa (14/02/2023).
Baca Juga: https://bisnisreview.com/ini-alasan-pemerintah-menaikan-harga-bbm-hingga-30-persen/
Menurutnya, yang punya kewenangan untuk penganugerahan gelar kehormatan itu adalah pihak Latupati Maluku, maka dia meminta agar semua pihak harus belajar untuk mengakhiri berbagai perbedaan dan perdebatan, yang akhirnya akan menciptakan iklim yang kurang kondusif.
“Kita tahu sendiri bahwa beberapa waktu kedepan, kita berada pada momentum tahun politik, yang tentunya akan ada berbagai kepentingan dan berbagai macam mainan-mainan kecil yang pasti itu akan ditrenkan,” tegasnya.
“Saya kira ini yang mesti kita sadari bersama, sehingga mudah-mudahan Ina Latu Maluku juga dalam kaitan dengan penerimaan gelar kehormatan ini mudah-mudahan bisa menunjukkan sesuatu yang lebih baik lagi untuk pembangunan dan kemaslahatan masyarakat Maluku yang baik lagi,” sambungnya.

Istri Gubernur Maluku saat disematkan gelar kehormatan.
Lebih lanjut orang nomor satu di KKBMM dan berprofesi sebagai pengacara di Jakarta ini mengatakan, ada beberapa hal yang mendasar, yang menjadi alasan penganugerahan ini. Salah satu alasan, beliau sendiri ditengah-tengah lingkup hidup sosial masyarakat yang begitu luas dan banyak, tetapi beliau tetap menempatkan waktu untuk bersama-sama dengan masyarakat, walaupun dengan berbagai kesibukan dan berbagai aktifitas yang padat, tapi selalu mau ada ditengah-tengah masyarakat Maluku selama ini.
“Dari ujung Dobo sampai ujung Maluku Barat Daya. Saya kira itu adalah sesuatu yang menurut hemat kami tidak berlebihan. Karena ini pun menjadi sebuah gelar atau pemberian kehormatan, sehingga memang pemberian gelar itu punya pertimbangan tertentu dan itu dimungkinkan,”tandasnya.
Dia mengakui pengabdian Widya Pratiwi Murad yang tanpa lelah berkunjung ke pelosok-pelosok kampung, yang sulit dicapai, karena memiliki medan yang cukup sulit, sehingga harus diapresiasi.
“Selama ini kita taulah apa yang telah dilakukan oleh isteri-isteri pejabat dan kepala daerah sebelumnya. Kita taulah kerja mereka dan sejauh mana mereka berada ditengah-tengah masyarakat. Berbeda dengan Ibu Widya yang bahkan sampai ke gunung-gunung yang jarang dikunjungi orang lain,”terangnya.
Koedoeboen menegaskan, apa yang dilakukan oleh Latupati Maluku ini merupakan realiasasi dan aspirasi publik yang ingin disalurkan lewat Latupati Maluku, sehingga dia konkrit. Nantinya pertanggung jawaban moral maupun sosial itu justru lebih nampak adanya.
Oleh sebab itu yang dirinya berharap bahwa jangan hanya sebatas ini saja, tetapi setelah penobatan ini juga bisa memotivasi beliau untuk lebih lagi berkarya dan bekerja sebagaimana dalam sambutan beliau, bahwa dia akan selalu berada dihati dan tengah-tengah masyarakat Maluku dalam suka maupun duka,”ungkapnya.
Dikatakannya, mementum ini perlu juga disyukuri, bahwa orang Maluku punya seorang ibu gubernur yang begitu familiar ditengah-tengah masyarakat.
” Kita tidak lalu memandang skeptis ataupun memandang subjektif terkait dengan hal ini, tetapi berpikir positif sajalah,”tutupnya (BR/Arum)