Connect with us

Bisnis

Menjelang Ramadhan, Impor Sapi Hingga Kurma Meningkat di Tengah Penurunan Kinerja Impor

Impor kurma dari Arab Saudi

BISNISREVIEW.COM – Impor lembu atau sapi hingga buah kurma mengalami peningkatan sebulan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Lonjakan ini terjadi di tengah penurunan kinerja impor pada Februari 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya mencatat nilai impor Februari turun 13,68 persen menjadi US$15,92 miliar secara month to month (mtm).

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah menerangkan, pada Januari 2023, impor kurma dengan kode HS 08041000 mencapai 13,23 juta kg atau naik 125,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 5,85 juta kg.

Kondisi ini dipengaruhi oleh impor minyak dan gas (migas) yang turun 17,19 persen atau merosot dari US$2,91 menjadi US$2,41 miliar. Sedangkan impor nonmigas ikut loyo 13,03 persen menjadi US$13,51 miliar pada Februari 2023.

Penurunan terbesar disumbangkan oleh mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$355,4 juta (-15,22 persen). Diikuti produk mesin, peralatan mekanik US$179,4 juta (-7,27 persen).

Impor kurma periode Januari-Februari 2023 sebesar 26.026 ton dengan nilai US$ 41,86 juta. Paling banyak kurma diimpor dari Mesir 13.073 ton dengan nilai US$ 14,14 juta, Tunisia 4.607 ton (US$ 13.63 juta), Uni Emirat Arab 2.131 ton (US$ 3,57 juta).

Kemudian kurma dari Arab Saudi 2.754 ton (US$ 3,52 juta), Amerika Serikat 211,8 ton (US$ 2,22 juta), Iran 1.951 ton (US$ 2,21 juta), Aljazair 840,6 ton (US$ 1,15 juta), Palestina 204,1 ton (US$ 1 juta), Libia 189,7 ton (US$ 204,5 ribu), Yordania 42,6 ton (US$ 118,3 ribu), dan lainnya 18,7 ton dengan nilai US$ 63,4 ribu.

Tahun lalu, ada tiga importir utama kurma ke RI, yakni Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Dengan rincian, impor kurma dari Mesir sebanyak 25,14 juta kg (US$30,50 juta), UEA 12,48 juta kg (US$14,39 juta), dan Arab Saudi 10,53 juta kg (US$11,67 juta).

“Jika ditotal, sepanjang 2022 lalu, Indonesia mengimpor kurma sebanyak 61,35 juta kg dari berbagai negara, dengan nilai mencapai US$86,25 juta,” kata Habibullah.

Impor Sapi

Sebelumnya, terkait puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1444 H/ 2023 M, BPS juga mencatat ada kenaikan impor sapi pada Februari lalu. Impor komoditas binatang hidup naik 1.033,9% senilai US$ 27,9 juta.

“Untuk impor binatang hidup mengalami peningkatan dari Australia, Amerika Serikat (AS) dan Belanda. Komoditasnya seperti lembu (sapi),” ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS itu.

Habibullah menyebutkan, naiknya impor ini terjadi karena persiapan barang konsumsi menjelang Ramadhan. “Memang beberapa komoditas mengalami kenaikan permintaan, seperti kurma, hewan hidup dan impor gandum,” jelas dia. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis