Connect with us

Nasional

Percepatan Pemekaran DOB Tomini Raya, PPTR Harap Semua Pihak Bangun Sinergitas Percepatan

Pemrakarsa Perhimpunan Pemuda Tomini Raya (PPTR), Syarif Abdullah Harun berharap semua pihak dapat bersenergi untuk mempercepat terlaksananya program pemekaran DOB Tomini Raya dan DOB Moutong.

BISNISREVIEW.COM – Rapat Koordinasi II Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Tomini Raya dan DOB Moutong berlangsung di Bukit Asam Tinombo. Rakor tersebut dihadiri Bupati Samsurizal Tombolotutu, Sekda, Camat-Camat lingkup DOB, Panitia Pemekaran, Perwakilan Organisasi Perhimpunan Pemuda Tomini Raya (PPTR) dan beberapa orang anggota DPRD Parigi Moutong.

Pemrakarsa Perhimpunan Pemuda Tomini Raya (PPTR), Syarif Abdullah Harun berharap semua pihak dapat bersenergi untuk mempercepat terlaksananya program pemekaran DOB Tomini Raya dan DOB Moutong.

“Kami berharap agar semua unsur bisa bersatu dan bersenergi dalam memperjuangkan pemekaran Daerah Otonomi Baru di dua wilayah tersebut,” tegas Syarif dalam keterangan tertulisnya diterima Bisnisreview.Com, Senin (25/10/2021).

Menurut mantan Ketua Badko HMI Sulteng itu, nya sebuah pemekaran sangat membutuhkan sinergitas dari semua pihak. Organisasi PPTR, kata dia, menyambut baik pertemuan yang diselenggarakan oleh Bupati tersebut.

“PPTR, bahkan seluruh komponen masyarakat sangat sangat membutuhkan ada pemekaran DOB. Perlu kami tegaskan bahwa PPTR adalah organisasi yang menghimpun seluruh potensi pemuda yang terdiri dari 89 Desa yang tersebar di 6 Kecamatan. Yang mana sejak berdirinya konsisten memperjuangkan Pemekaran DOB Tomini Raya. Harapan kami semua unsur bersatu dan bersinergi menggelorakan, menyuarakan dan memperjuangkan Pemekaran secepatnya” tegasnya.

“Jika salah satu cara untuk mendesak percepatan pemekaran DOB Tomini Raya itu dapat dilakukan melalui gerakan ekstraparlementer atau demostrasi, maka kami segera melakukan mobilisasi massa secara masiff dan terorganisir”, tambahnya.

Syarif Abdullah Harun sangat menghormati keberadaan riak-riak yang menolak atau sikap pesimis atas pemekaran DOB Tomini Raya dan DOB Moutong. Ia menyebut sebagai sifat manusiawi.

“Hemat saya, itu hak demokrasi setiap orang atau kelompok orang. Bukanlah kritikan itu merupakan evaluasi terbaik dari sebuah perjuangan panjang? Hanya saja, jika kritikan yang ada itu tidak mampu menawarkan solusi konkrit. Itu yang dipertanyakan kembali”, ucap Intelektual Muda, itu.

Insya Allah jika tak ada halangan PPTR akan melaksanakan Kongres pertamanya pada bulan Desember 2021 mendatang, selain membahas AD/ART dan memilih Ketua. PPTR akan mengeluarkan rekomendasi yang ditandatangani oleh semua peserta Kongres yang terdiri dari 89 Desa (peserta penuh) dan 89 peserta peninjau serta dan 6 orang dari unsur Kecamatan.

“Peserta Kongres akan catat dan meneriakan siapa-siapa saja anggota DPRD Kabupaten DPRD Provinsi dan DPR RI yang tidak mendukung percepatan pemekaran DOB Tomini Raya. Kami akan pertanyakan dan uji integritas keterpilihan mereka atas Daerah kami”, pungkasnya

Sementara itu Abd. Ridha Latuadjo, salah satu pendiri PPTR mengatakan bahwa jangan terkesan Panitia Pemekaran DOB Tomini Raya hanya menjadi milik sekelompok orang, ini perjuangan bersama sehingga keterbukaan dan sinergitas menjadi hal yang diutamakan. “Kami ingin DOB Tomini Raya di perjuangkan secara kolektif dengan melihat potensi yang tersedia”, katanya mengingatkan.

Tri Nurgraha atau yang lebih akrab di sapa Rio Makarama, menuturkan bahwa PPTR merupakan wadah pemersatu pergerakan dan perjuangan kaum muda, khususnya dalam memperjuangkan, menggerakan dan mengawal Percepatan Pemekaran DOB Tomini Raya.

“PPTR merupakan jawaban konkrit atas keresahan kaum muda dan rakyat. PPTR adalah wadah dimana kita semua dapat bersilaturahmi, berhimpun dan bergerak menyalurkan aspirasi perjuangan Percepatan Pemekaran DOB Tomini Raya, tutup Rio. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional