Connect with us

Bisnis

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp14.364 Bersamaan dengan Beberapa Mata Uang Asia Lainnya

Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat

BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah terpantau melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (7/4/2021). Bersamaan dengan itu, mata uang di kawasan Asia dibuka berfluktuatif.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka melemah 11,5 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.359 per dolar AS pukul 09.00 WIB.

Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya seperti rupee India yang melemah 0,55%, dolar Taiwan yang melemah 0,09%, ringgit Malaysia melemah 0,06%, dan yuan China yang melemah 0,06% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi hari ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,12%, disusul pesso Filipina yang menguat 0,08%, yen Jepang menguat 0,07%, won Korea menguat 0,04%, dolar Singapura menguat 0,007% dan dolar Hong Kong yang menguat 0,004% terhadap dolar AS,

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,53, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,59.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/karena-dinilai-selalu-tak-tepat-sasaran-advokat-minta-agar-program-blt-minyak-goreng-ditiadakan/

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat pada Rabu di tengah meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang agresif oleh Federal Reserve, AS dan Eropa akan memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia.

“Imbal hasil tenor 2-tahun AS berada pada level tertinggi sejak Januari 2019. Imbal hasil 5 tahun berada pada level tertinggi sejak Desember 2018 dan imbal hasil 10-tahun patokan naik menjadi 2,61 persen, tertinggi sejak April 2019,” tulisnya dalam riset harian, Rabu (6/4/2022).

Menurutnya, sentimen yang mendorong menguatnya dolar AS, adalah komentar dari Gubernur Federal Reserve Lael Brainard, yang sedang menunggu konfirmasi sebagai Wakil Ketua bank sentral AS, yang menyerukan kenaikan suku bunga dan pengurangan cepat ke neraca Fed untuk membawa kebijakan moneter AS ke A “posisi yang lebih netral” akhir tahun ini. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis