Bisnis
Seiring dengan Pergerakan Mayoritas Mata Uang Asia, Rupiah Melemah Rp 14.425 per Dolar AS
Federal Reserve menyebut suku bunga berpotensi naik pada 2023. Tapi, salah satu pejabat The Fed mengatakan pengetatan kebijakan moneter bisa terjadi tahun depan.
BISNISREVIEW.COM – Nilai tukar rupiah melemah di awal perdagangan. Senin (21/6/2021) pukul 9.55 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.425 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan kurs rupiah ini beriringan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Pelemahan terbesar terjadi pada peso dan dolar Taiwan. Pelemahan rupiah terbesar ketiga setelah peso dan dolar Taiwan.
Sementara yen dan yuan masih menguat terhadap dolar AS pada pagi ini.
Kurs rupiah melemah 0,35% jika dibandingkan dengan akhir pekan lalu pada Rp 14.375 per dolar AS.
Pelemahan mata uang Asia juga terjadi seiring dengan pelemahan bursa saham kawasan Asia. Bursa saham turun karena investor mengkhawatirkan potensi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat daripada rencana awal.
Federal Reserve menyebut suku bunga berpotensi naik pada 2023. Tapi, salah satu pejabat The Fed mengatakan pengetatan kebijakan moneter bisa terjadi tahun depan. (BR/Arum)