Bisnis
Seiring Dolar Amerika Serikat Melorot, Harga Emas Dunia Menguat
BISNISREVIEW.COM – Harga emas hari ini, Jumat (14/4/2023) berpeluang melajutkan penguatan seiring dengan melorotnya dolar Amerika Serikat (AS) akibat indeks harga produsen AS turun paling besar dalam hampir tiga tahun bulan lalu.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (13/4/2023) bahwa klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran negara itu naik 11.000 ke penyesuaian musiman 239.000 untuk pekan yang berakhir 8 April, lebih lanjut mendukung emas.
“Ini bisa menjadi momen bagi emas (dalam dolar) untuk membuat rekor tertinggi,” kata Ed Moya, analis platform perdagangan daring OANDA, mengutip Antara.
“Jika emas dapat reli di atas rekor saat ini, mungkin tidak akan banyak kesulitan untuk menargetkan level 2.100 dolar AS,” katanya lagi.
Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan penguatan emas terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Maret 2023 melanjutkan kenaikan yang lebih landai dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Pagi ini, Jumat (14/4/2023), Monex Investindo memproyeksi harga emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$2.050 selama harga bertahan di atas level support US$2.035. Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas menguji level support selanjutnya US$2.030.
“Rentang perdagangan potensial harga emas di sesi Asia US$2.035 – US$2.055,” papar tim analis Monex. Dolar jatuh ke level terendah dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Kamis (13/4/2023) setelah harga produsen AS secara tak terduga merosot pada Maret, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunganya.
Memburuknya data PPI m/m dan Unemployment Claims AS juga telah memicu kenaikan harga emas pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (13/4/2023).
Harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange melonjak US$30,40 atau 1,50 persen menjadi ditutup pada US$2.055,30 AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.063,40 d, kurang 16 dolar AS dari tertinggi sepanjang masa 2.080 dolar AS pada Agustus 2020.
Monex Investindo Futures menambahkan, harga emas nampak naik di awal sesi Kamis (13/4/2023), melanjutkan penguatan semalam, seiring redanya tingkat inflasi di AS.
Laporan Consumer Price Index (CPI) bulanan AS yang dirilis semalam turun menjadi 0,1 persen, dari sebelumnya 0,4 persen. Hasil yang bahkan lebih rendah dari ekspektasi tersebut meningkatkan ekspektasi inflasi yang makin turun di AS dan dapat menekan peluang kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve. (BR/Arum)